web analytics
  

Kecamatan Bandung Kulon, Wilayah dan Penduduknya Terkini

Jumat, 30 Oktober 2020 12:53 WIB Redaksi AyoBandung.Com
Bandung Raya - Bandung, Kecamatan Bandung Kulon, Wilayah dan Penduduknya Terkini, Bandung Kulon,Kecamatan Bandung Kulon,Informasi Kecamatan Bandung Kulon,Data Kecamatan Bandung Kulon,Tahu Cibuntu

Industri rumahan Tahu Cibuntu merupakan salah satu keunggulan lokal yang dimiliki Kecamatan Bandung Kulon. (AyoBandung.com/Ryan Suherlan/Magang)

BANDUNG KULON, AYOBANDUNG.COM -- Kecamatan Bandung Kulon, dengan luas wilayah 6,53 kilometer persegi, memiliki 8 kelurahan, yakni Gompolsari, Cigondewah Kidul, Cigondewah Kaler, Cigondewah Rahayu, Caringin, Warung Muncang, Cibuntu, serta Cijerah. Salah satu industri rumahan khas yang terkenal dari kecamatan padat penduduk ini adalah sentra Tahu Cibuntu yang dirintis sejak hampir seabad lalu.

Merujuk dokuman Kecamatan Bandung Kulon dalam Angka 2019 yang diterbitkan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bandung, luas ke-8 kelurahan di Bandung Kulon relatif merata. Cigondewah Kaler, dengan luas wilayah 1,42 kilometer persegi, menjadi yang paling luas. Wilayah Bandung Kulon berada di ketinggian 683-745 meter di atas permukaan air laut

Jumlah penduduk Kecamatan Bandung Kulon per 2018 tercatat sebanyak 142.235 jiwa, tersebar di 74 Rukun Warga (RW) dan 449 Rukun Tetangga (RT). Angka tersebut terdiri dari 70.887 perempuan dan 71.348 laki-laki.

Gempol Sari merupakan kelurahan dengan jumlah penduduk terbanyak di Bandung Kulon, mencapai 25.012 jiwa. Kelurahan dengan jumlah penduduk paling sedikit adalah Cigondewah Kidul. Jumlahnya 9.488 jiwa.

Tingkat kepadatan penduduk di Kecamatan Bandung Kulon tercatat 22.340,70 jiwa per kilometer persegi. Warung Muncang, dengan tingkat kepadatan 35.708,57 hiwa per kilometer persegi, menjadi kelurahan paling padat se-kecamatan.

Pendidikan dan Kesehatan

Untuk memberikan layanan kesehatan pendidikan bagi warga, di Kecamatan Bandung Kulon tercatat ada 27 unit Sekolah Dasar (SD) dengan 11.542 murid dan 480 guru. Juga terdata 10 unit Madrasah Ibtidaiyah (MI) tanpa rincian jumlah murid dan guru.

Di jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) terdapat 8 unit sekolah dengan 2.501 murid dan 118 guru. Juga terdata 6 unit Madrasah Tsanawiyah (MTs). Yang menarik, tidak ada satu pun SMP di dua kelurahan di Bandung Kulon, yaitu Cigondewah Rahayu dan Caringin.

 Untuk jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA), terdapat 3 unit sekolah dengan 694 murid dan 45 guru. Di kecamatan ini ada juga 2 unit Madrasah Aliyah (MA) tanpa rincian jumlah murid dan gurunya. Di jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), tercatat ada 3 unit sekolah dengan 1.138 murid dan 57 guru.

Untuk memberikan layanan kesehatan bagi warga, di Kecamatan Bandung Kulon terdapat beberapa saranna kesehatan, meliputi 3 rumah bersalin, 3 puskesmas, 93 posyandu, serta 9 balai pengobatan.

Pada 2018, Bandung Kulon mencatatkan 5 kejadian bencana. Semuanya berupa kebakaran.

Pertanian, Industri, dan Perdagangan

Masih ada lahan sawah seluas 18,64 hektare di Bandung Kulon. Sebanyak 15,34 hektare di antaranya berada di Kelurahan Cigondewah Kaler.

Di bidang industri, tercatat ada ratusan yang terdaftar. Per 2017, rinciannya adalah 103 industri makanan, 113 industri kerajinan, serta 70 industri pakaian.

Salah satu industri rumahan ikonik di Kecamtan Bandung Kulon adalah keberadaan pabrik-pabrik tahu di kawasan Cibuntu dan sekitarnya. Produk tahu khas ini kemudian dikenal oleh seantero kota dengan nama Tahu Cibuntu. 

AyoBandung.com pernah menelusuri riwayat industri rumahan ini. Konon produk makanan berbahan dasar biji kedelai ini pertama kali dikenalkan oleh seorang imigran Tiongkok pada tahun 1937. Tidak ada yang tahu nama persis si pelopor itu, namun  warga Cibuntu mengenangnya dengan sebutan Babah Mpe.

Selama satu dekade Babah Mpe menjalankan usaha memproduksi dan menjual tahu sendirian tanpa teman, apalagi saingan. Pada 1947 dia memilih pulang kampung kembali menuju Negeri Tirai Bambu dan mempercayakan pengelolaan pabriknya kepada salah satu pegawai. Setelah itu sedikit demi sedikit warga lokal mulai melirik usaha pembuatan tahu.

"Kakek buyut saya salah satu pribumi pertama yang mendirikan pabrik tahu di Cibuntu tahun 1950. Hingga sekarang jalannya pabrik diserahkan turun-temurun ke anak-cucu," ujar Aceng, pemilik pabrik tahu "Family". 

Mesin penggiling tahu ditemukan dan mulai didistribusikan pada tahun 1972, atau 35 tahun semenjak pendirian pabrik tahu pertama di Cibuntu. Sejak itu semakin banyak warga kawasan Cibuntu menekuni usaha ini. Jangkauan pemasaran tahu bukan hanya di Bandung Raya, tapi juga Jakarta dan seluruh Jawa. 

Meski menjadi andalan perekonomian warga, bukan berarti usaha Tahu Cibuntu bebas dari masalah. Selain persaingan usaha, salah satu ancaman paling nyata yang dihadapi para perajin dan warga Cibuntu adalah jerat rentenir. 

Di bidang perdagangan, Bandung Kulon tercatat memiliki 13 pasar, 94 kelompok pertokoan, 18 minimarket, 1.184 toserba (toko serba ada), dan 1 supermarket. 

Editor: Tri Joko Her Riadi
dewanpers