web analytics
  

Libur Panjang, Kawasan Wisata Cipanas Puncak Lengang

Kamis, 29 Oktober 2020 17:16 WIB Muhammad Ikhsan
Umum - Regional, Libur Panjang, Kawasan Wisata Cipanas Puncak Lengang, Kebun Raya Cibodas (KRC),kawasan wisata Cipanas Puncak

Sejumlah remaja putri di Kebun Raya Cibodas nampak bercengkrama dengan memakai masker dan jaga jarak. (Ayobandung.com/Muhammad Ikhsan)

CIANJUR, AYOBANDUNG.COM -- Hari kedua libur panjang, kawasan wisata Cipanas Puncak, Kabupaten Cianjur, terpantau lengang. Tidak ada kemacetan di sepanjang jalan mulai dari Pacet hingga Puncak Cipanas, Kamis (29/10/2020).

Berdasarkan pantauan Ayobandung.com, jalur Pacet masih terlihat ramai lancar. Kepadatan hanya terjadi di tempat makan sate maranggi Pacet, tepatnya depan kantor Pegadaian Pacet.

Selepas tempat tersebut, lalu lintas kembali lancar. Kepadatan terpantau baru terjadi lagi di depan Pasar Cipanas yang memang setiap hari ramai oleh warga yang berbelanja ke pasar.

Dedi (36), warga Desa Gadog, Kecamatan Pacet, mengatakan sejak kemarin tidak ada lonjakan pengunjung ke kawasan wisata Cipanas Puncak. Terlihat jalanan ramai lancar seperti hari biasa.

“Biasa aja sih, kalau ada lonjakan wisatawan biasanya jalanan lumayan padat dan ramai, tapi tidak tahu juga kalo objek wisata penuh atau tidak,” katanya.

 

Pengunjung Kebun Raya Cibodas meningkat

Meski tidak terlihat kepadatan kendaraan, namun angka kunjungan ke Kebun Raya Cibodas Cipanas mengalami lonjakan sekitar 80%.

General Manager PT Mitra Natuna Raya (MNR) Kebun Raya Cibodas (KRC), Teguh Dwiyanto mengatakan baru hari kedua ada kenaikan jumlah pengunjung.

Weekday biasanya 700 hingga 1.200 pengunjung, tapi sekarang mencapai 2.000 pengunjung,” kata Teguh Dwiyanto kepada Ayobandung.com, Kamis (29/10/2020).

Berkenaan dengan masa pandemi Covid-19, Teguh menegaskan pihaknya secara ketat menerapkan protokol kesehatan. Setiap pengunjung di tes suhu tubuh sebelum masuk, harus cuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak. Jumlah pengunjung juga dibatasi.

“Semuanya kita terapkan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah, termasuk membatasi jumlah pengunjung hanya 50% dari kapasitas keseluruhan,” ungkapnya.

Editor: Fira Nursyabani
dewanpers