web analytics
  

Covid-19 Bermutasi, Bagaimana dengan Vaksinnya?

Kamis, 29 Oktober 2020 15:09 WIB Icheiko Ramadhanty
Gaya Hidup - Sehat, Covid-19 Bermutasi, Bagaimana dengan Vaksinnya?, vaksin corona,Mutasi Virus Corona,Vaksin Covid-19

Petugas medis menyuntikan vaksin Covid-19 kepada relawan saat simulasi uji klinis vaksin Covid-19 di Rumah Sakit Pendidikan Unpad, Jalan Prof. Eyckman, Kota Bandung, Kamis (6/8/2020). ( Ayobandung.com/Kavin Faza)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM – Platform bank data virus influenza di dunia mengidentifikasi, setidaknya terdapat tujuh mutasi virus corona SARS-CoV-2 yang menyebabkan Covid-19. Banyaknya mutasi itu menandakan Covid-19 mengalami perubahan genetik.

Plt Deputi Pengawasan Obat dan NAPZA Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), Togi J Hutadjulu, mengatakan, berdasarkan studi mutasi virus untuk SARS-CoV-2 yang telah dilakukan, perbedaan mutasi ini tidak mempengaruhi protein struktur yang merupakan protein reseptor, tempat yang berkaitan dengan antigen dengan vaksin itu sendiri.

Hal ini, kata Togi, yang menjadi dasar pengembangan vaksin Covid-19.  

“Jadi, walaupun ada perubahan perbedaan mutasi atau strain itu tidak secara besar mempengaruhi struktur protein dari reseptor untuk mengikat antigen tersebut. Sebagaimana kita ketahui Virus Sars-CoV-2 memiliki beberapa protein yang spesifik , pada semua jenis strain virus yaitu protein S, protein M, protein N dan protein E,” jelas dia dalam diskusi dengan FMB9ID_IKP, Kamis (29/10/2020).

Kandidat vaksin Covid-19 yang ada saat ini, dibuat dengan mengacu kepada berbagai jenis protein tersebut. Sehingga sebenarnya vaksin yang dikembangkan oleh Sinovac dan Sinopharm dapat digunakan pada semua mutasi virus Sars-CoV-2.

Togi menuturkan, mutasi virus akan terus berlangsung, sehingga tidak mudah mendapatkan vaksin yang efektif. Bahkan, dia mengingatkan bahwa ada sejumlah penyakit yang sampai kini belum ditemukan vaksinnya meski bertahun-tahun diteliti, termasuk vaksin untuk demam berdarah.

“Sebelum vaksin dan obat ditemukan, masyarakat harus menerapkan protokol kesehatan, yakni 3M untuk memutus rantai penularan agar virus tidak menyebar,” imbau dia.  

Editor: Fira Nursyabani

artikel terkait

dewanpers