web analytics
  

Turunkan Berat Badan dengan Donor Darah, Efektifkah?

Kamis, 29 Oktober 2020 07:35 WIB Redaksi AyoBandung.Com
Gaya Hidup - Sehat, Turunkan Berat Badan dengan Donor Darah, Efektifkah?, Donor Darah,manfaat donor darah,Kesehatan

Donor darah bisa menurukan berat badan, namun apakah hal ini menyehatkan dan efektif? (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- PMI sering mendorong orang-orang untuk rajin donor darah karena sel darah merah hanya dapat bertahan maksimal selama 35 hari, sedangkan trombosit hanya dapat disimpan hingga 5 hari.

Di sisi lain, donor darah dinilai mampu menurunkan berat badan.

Melansir World of Buzz, berikut beberapa manfaat yang didapat pendonor.

1. Mengurangi risiko penyakit jantung dan hati

Orang dengan kadar zat besi yang tinggi rentan terhadap penyakit jantung, hati, dan pankreas karena kelebihan zat besi yang tersimpan dalam tubuh.

Dengan mendonorkan darah, kadar zat besi dalam darah Anda akan seimbang, kata BRMS Online. Ini juga merangsang tubuh Anda untuk memproduksi sel darah baru untuk mengisi kembali darah yang telah disumbangkan.

2. Menurunkan berat badan

Setiap donasi membakar sekitar 650 kalori, yang setara dengan lari 30 menit.

Namun, jangan memperlakukannya sebagai cara untuk menurunkan berat badan karena itu tidak sehat. Anda memerlukan setidaknya tiga bulan istirahat sebelum donor darah berikutnya. Tetap saja, setidaknya Anda bisa membakar kalori ekstra.

3. Mengurangi risiko serangan jantung

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh American Journal of Epidemiology mengatakan, mendonorkan darah membantu mengurangi risiko serangan jantung hingga 88%. Ini terkait dengan tingginya kadar zat besi dalam darah Anda, yang dapat menyempitkan pembuluh darah.

4. Risiko kanker lebih kecil

Sekali lagi, ini berkaitan dengan jumlah zat besi yang berkurang dalam darah setelah Anda menyumbang.

Penelitian menunjukkan adanya penurunan risiko kanker bagi pendonor darah dengan berbagai penyakit, seperti hemochromatosis.

Journal of National Cancer Institute mengatakan metode pengurangan zat besi ini dikaitkan dengan risiko kanker yang lebih rendah terutama untuk orang dengan penyakit arteri perifer (PAD).

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers