web analytics
  

Sering Ganti Pasangan Seks, Lelaki Ini Alami Penyakit di Mata

Kamis, 29 Oktober 2020 06:02 WIB
Gaya Hidup - Sehat, Sering Ganti Pasangan Seks, Lelaki Ini Alami Penyakit di Mata, sipilis,Penyakit Menular Seksual (PMS),Hubungan Seksual

Lelaki yang sering gonta-ganti pasangan seksual berpotensi menderita sipilis. Bahkan, ada kejadian seorang pria mengalami sipilis di mata. (Pixabay/StockSnap)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Seorang pria berusia 39 tahun asal Australia didiagnosis menderita sifilis di bagian mata setelah mengalami sakit kepala. Setelah ditelusuri, dia menderita sifilis setelah melakukan hubungan seks tanpa kondom dengan banyak pasangan.

Awalnya, pria tersebut datang ke ruang gawat darurat setelah mengalami sakit kepala selama 3 minggu. Dia juga mengaku mengalami rasa sakit di matanya tetapi penglihatannya masih normal.

Setelah diperiksa, tim medis menemukan saraf optik bilateral yang bertugas mengirimkan informasi ke otak mengalami pembengkakan.

Dilansir dari mirror.co.uk, akhirnya tim medis melakukan tes darah yang menunjukkan dia terinfeksi sifilis. Kasus yang menimpa pria asal Australia ini pun diterbitkan dalam British Medical Journal (BMJ) terbaru.

Sakit kepala yang dialami pria tersebut pun merupakan akibat penyakit menular seksual yang menyebar ke matanya. Pasien juga mengaku kepada dokter bahwa dia sering berganti-ganti pasangan seksual tanpa menggunakan kondom.

Akibatnya, pria itu harus menjalani perawatan dan menerima natibiotik untuk membersihkan infeksinya dalam waktu 2 minggu.

Sebulan kemudian, tim medis kembali menemukan pembengkakan saraf optik kanannya sudah menurun. Namun, pria itu mengalami pembengkakan saraf optik sebelah kiri.

Meskipun saraf optiknya mengalami pembengkakan secara bergantian, penglihatannya tetap tidak terpengaruh.

Pada tahun 2017, sekitar 7.000 orang di Inggris dan 33.189 orang di Eropa telah didiagnosis menderita sifilis. Lalu, sebanyak 35.000 kasus sifilis juga didiagnosis di AS tahun 2018.

Infeksi sifilis seperti kasus tersebut biasanya ditularkan melalui hubungan seks. Infeksi bisa terjadi karena ada luka terbuka pada alat kelamin, dubur, atau mulut yang bisa menyebar ke seluruh tubuh.

Jika tidak diobati selama bertahun-tahun, sifilis bisa menyebar ke otak atau bagian tubuh lainnya dan menyebabkan masalah serius jangka panjang.

Ibu hamil yang menderita penyakit ini bisa menularkannya ke bayi yang belum lahir. Selain itu, mereka juga berisiko keguguran hingga bayi lahir mati.

Penyakit ini juga bisa menular melalui mainan seks. Namun, penyakit ini tidak dapat menular melalui penggunaan toilet, pakaian, atau kamar mandi yang sama.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: M. Naufal Hafizh
dewanpers