web analytics
  

Libur Panjang, Trans Studio Bandung Banjir Pengunjung

Rabu, 28 Oktober 2020 23:12 WIB Nur Khansa Ranawati
Gaya Hidup - Wisata, Libur Panjang, Trans Studio Bandung Banjir Pengunjung, Trans Studio Bandung,Libur Panjang

Trans Studio Bandung. (Nur Khansa)

BATUNUNGGAL, AYOBANDUNG.COM -- Wahana permainan keluarga menjadi salah satu destinasi incaran warga yang akan menghabiskan libur panjang di Kota Bandung. Salah satunya seperti yang terjadi di wahana bermain indoor Trans Studio Bandung, Rabu (28/10/2020).

Di hari pertama cuti bersama ini, Trans Studio Bandung mencatatkan rekor pengunjung terbanyak setelah kembali beroperasi di masa pandemi Covid-19. Hingga pukul 18.00, tercatat lebih dari 2.000 pengunjung memadati tempat wisata tersebut.

Berdasarkan pantauan Ayobandung.com, antrean warga yang hendak menaiki wahana permainan terjadi di hampir seluruh titik. Di sejumlah wahana, warga bahkan tak segan duduk mengular di lantai demi mendapat giliran bermain. Situasi berdempetan di beberapa  area nampak tak terhindarkan, meski terdapat petugas yang beberapa kali mengingatkan pengunjung untuk menjaga jarak. 

Head of Marcomm Trans Studio Bandung Triya Filia Santi mengatakan, jumlah pengunjung hari ini lebih tinggi dibanding akhir pekan di minggu-minggu sebelumnya. Selain memasuki libur panjang, pihaknya juga memberlakukan potongan harga tiket masuk sehingga dinilai memicu antusiasme warga untuk berkunjung.

"Pengunjung hari ini memang padat karena sudah masuk long weekend dan ada promo tiket beli satu gratis satu, harga tiketnya pun harga yang berlaku saat weekday. Jadi banyak warga yang memanfaatkan promo," ungkap Triya saat ditemui di lokasi.

Ia mengatakan, sejauh ini pengunjung mayoritas masih berasal dari kawasan Bandung Raya dan Jakarta. Selama pandemi Covid-19, jumlah wisatawan luar daerah masih terhitung sangat sedikit.

Trans Studio Bandung sendiri baru kembali beroperasi pada 28 Agustus setelah ditutup total sejak 23 Maret. Hingga saat ini, ia mengatakan jumlah kunjungan warga dibatasi lebih dari 50% dari kapasitas normal.

"Biasanya maksimal kita bisa menampung 8.000 pengunjung. Sekarang sudah mencapai 2.000 pun kita berlakukan pecah antrean," ungkapnya.

Hal tersebut dilakukan dengan membuka loket antrean tiket satu jam lebih awal dan menutup operasional satu jam lebih lama dari jadwal utama. Sehingga, diharapkan tidak ada penumpukan pengunjung di dalam area bermain.

Ia mengatakan, pihaknya juga memberlakukan protokol kesehatan dengan membatasi kapasitas wahana 50% dari kapasitas normal. Sejumlah wahana yang dinilai tidak memungkinkan menerapkan physical distancing pun masih ditutup.

"Ada beberapa yang ditutup seperti mandi bola, roller coaster dan beberapa wahana lain. Untuk roller coaster itu kan berbahaya kalau pakai masker karena bisa terlepas dan menyangkut di rel, sementara kalau tidak pakai masker nanti terkena droplet. Sehingga wahana-wahana ini masih ditutup," ungkapnya.

Salah satu pengunjung, Reni (33), yang datang bersama seorang anak dan suaminya mengaku telah membekali sang anak untuk menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Ia sendiri tak menampik masih memiliki kekhawatiran untuk terlalu lama berada di tempat wisata dalam ruang.

"Ya ada sih kekhawatiran, tapi saya bekali anak dengan hand sanitizer dan face shield. Anak kan lebih rawan, suka pegang sana-sini dan sulit dikontrol. Jadi saya biasakan untuk tidak lepas face shield dan sering cuci tangan," ungkapnya.

Para pengunjung yang hendak memasuki area Trans Studio Bandung pun diharapkan dapat melakukan transaksi pembelian tiket secara digital. Sehingga kontak fisik dapat diminimalisasi sebaik mungkin.

Editor: Dadi Haryadi

artikel terkait

dewanpers