web analytics

Pandemi Covid-19, Pekerja Seks di Jawa Barat Pilih Work From Home

clockRabu, 28 Oktober 2020 19:56 WIB
Umum - Regional, Pandemi Covid-19, Pekerja Seks di Jawa Barat Pilih Work From Home, Pandemi Covid-19,Pekerja Seks,Work From Home (WFH)

Pekerja Seks. (Ayobandung.com)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi (KPAP) Jawa Barat mencatat jumlah pekerja seks di daerahnya mencapai 25 ribu orang. Para pelaku Open BO itu tersebar di 27 kota dan kabupaten yang ada di Jawa Barat.

Selama masa pandemi Covid-19, para pekerja seks ini banyak yang mengikuti tren work from home atau WFH. Khususnya mereka yang beroperasi di wilayah Bandung Raya.

Biasanya, para pekerja seks menjajakan jasanya di beberapa tempat. Lokalisasi legendaris Saritem atau seputaran Stasiun kereta Api Kota Bandung menjadi salah satu tempat favorit mereka.

Namun kini, Koordinator Perencanaan KPAP Jawa Barat, Sanding Bayu mengatakan, pekerja seks tidak lagi menjajakan diri secara langsung. Mereka lebih banyak menggunakan aplikasi percakapan daring, aplikasi kencan atau media sosial.

Atas perubahan tren ini, ia mengaku kesulitan memberikan informasi edukasi terkait masalah penyakit HIV/AIDS kepada pekerja seks semasa pandemi Covid-19.

"Semenjak pandemi jadi beralih, dalam arti mereka (menjajakan diri) lebih ke online lebih masuk ke aplikasi-aplikasi tapi memang masih tersebar di wilayah perkotaan, wilayahnya itu-itu lagi," ungkap Bayu, Selasa (27/10/2020).

KPAP sendiri sebetulnya sudah menyiapkan skema edukasi secara daring menggunakan aplikasi virtual outreach. Melalui aplikasi itu, KPAP mendorong agar pekerja seks mau berkonsultasi dengan petugas KPAP terkait masalah kesehatannya.

Namun, Bayu mengatakan melalui aplikasi itu tetap lebih susah menggaet partisipasi pekerja seks dibanding langsung melakukan ajakan langsung.

"Lebih susah memberikan informasinya apalagi untuk tes HIV-nya lebih susah lagi karena walaupun temen-temen menggunakan virtual outreach aplikasi juga, itu lebih susah ngajak melalui media online daripada ketemu langsung," ujarnya.

Sebetulnya, aplikasi virtual outreach hanya sebagai tahapan awalan saja agar pekerja seks mau mengakses aplikasi itu untuk lebih peduli lagi dengan kesehatannya. Selanjutnya, kata dia, petugas KPAP tetap melakukan pertemuan langsung dengan para pekerja seks untuk melakukan edukasi hingga melakukan tes HIV.

"Memang temen-temen menggunakan aplikasi itu untuk janjian di kos-kosan atau di tempat ketemuan lainnya. Nah untuk informasinya sendiri disampaikan melalui list yang emang udah digital tapi kan dibaca atau nggaknya kan susah memastikan bahwa informasi diakses temen-temen pekerja seks," katanya.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Dadi Haryadi

terbaru

Wagub Jabar Apresiasi OJK Hadirkan Alternatif Pendanaan UKM Melalui SC...

Regional Selasa, 3 Agustus 2021 | 21:53 WIB

Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mengapresiasi produk Penawaran Efek melalui Layanan Urun Dana Berbasis Teknol...

Umum - Regional, Wagub Jabar Apresiasi OJK Hadirkan Alternatif Pendanaan UKM Melalui SCF, Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum,Otoritas Jasa Keuangan (OJK),Pendanaan UKM,Securities Crowdfunding

Apotek di Cianjur Kekurangan Stok Vitamin

Regional Selasa, 3 Agustus 2021 | 21:30 WIB

Sejumlah apotek di Kabupaten Cianjur kekurangan stok vitamin, sedangkan permintaan masyarakat begitu tinggi.

Umum - Regional, Apotek di Cianjur Kekurangan Stok Vitamin, Apotek,Cianjur,Kekurangan Stok,Vitamin

Tahun Ajaran Baru, Toko Buku di Cianjur Dipantau

Regional Selasa, 3 Agustus 2021 | 17:20 WIB

Wakil Bupati Cianjur Tb Mulyana Syahrudin memantau toko buku di hari pertama penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan...

Umum - Regional, Tahun Ajaran Baru, Toko Buku di Cianjur Dipantau, toko buku cianjur,TB Mulyana,PPKM Level 3 Cianjur,Cianjur

DLH Kota Bogor Angkut Sampah Pakai Sepeda Motor Listrik

Regional Selasa, 3 Agustus 2021 | 13:24 WIB

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor mulai mengembangkan pengangkutan sampah ramah lingkungan. Hal tersebut dibuktika...

Umum - Regional, DLH Kota Bogor Angkut Sampah Pakai Sepeda Motor Listrik, Sepeda Motor Listrik,kendaraan pengangkut sampah,DLH Kota Bogor,Ramah Lingkungan

Update Covid-19 Jabar 3 Agustus 2021: Kabupaten Pangandaran Terendah

Regional Selasa, 3 Agustus 2021 | 12:43 WIB

Kasus Covid-19 di Jawa Barat (Jabar) sebanyak 614.137 kasus setelah bertambah 2.341 kasus pada Selasa, 3 Agustus 2021.

Umum - Regional, Update Covid-19 Jabar 3 Agustus 2021: Kabupaten Pangandaran Terendah, Covid-19 Jabar,Covid-19 Jawa Barat,Data covid-19 jabar,Data Covid-19 Jabar terbaru,data covid-19 jabar hari ini,Update Data Covid-19 Jabar

Heboh Anggaran Sewa Helikopter Rp600 Juta, Wagub Jabar: Demi Mudahkan...

Regional Selasa, 3 Agustus 2021 | 12:28 WIB

Wakil Guburnur Jawa Barat (Jabar) Uu Ruzhanul Ulum buka suara perihal anggaran operasional sewa helikopter yang mencapai...

Umum - Regional, Heboh Anggaran Sewa Helikopter Rp600 Juta, Wagub Jabar: Demi Mudahkan Mobilitas, sewa helikopter wagub Uu,sewa helikopter 600 juta,helikopter Wagub Uu,anggaran sewa helikopter

Jabar Ikut Perpanjang PPKM Level 4, Kegiatan Masyarakat Dibuka Bertaha...

Regional Selasa, 3 Agustus 2021 | 12:23 WIB

Ridwan Kamil menyebut dari 27 kabupaten kota di Jabar ada 14 daerah menerapkan PPKM Level 3, satu daerah PPKM Level 2, d...

Umum - Regional, Jabar Ikut Perpanjang PPKM Level 4, Kegiatan Masyarakat Dibuka Bertahap, Ridwan Kamil,PPKM Level 4 Jabar,PPKM Level 4,Aturan PPKM Level 4,Kebijakan PPKM Level 4

Stok Vaksin Jabar Habis, Ridwan Kamil: Bolanya Ada di Pemerintah Pusat

Regional Selasa, 3 Agustus 2021 | 12:00 WIB

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan stok vaksin di Jawa Barat telah habis. Pihaknya masih menunggu pasokan vaksi...

Umum - Regional, Stok Vaksin Jabar Habis, Ridwan Kamil: Bolanya Ada di Pemerintah Pusat, Kecepatan Vaksinasi Jabar,Vaksinasi Covid-19 Jabar,Ridwan Kamil,stok vaksin Jabar

artikel terkait

dewanpers
arrow-up