web analytics
  

Merayakan Sumpah Pemuda dengan Menanam Pohon di Kawasan Bandung Utara (KBU)

Rabu, 28 Oktober 2020 18:34 WIB Redaksi AyoBandung.Com
Bandung Raya - Soreang,  Merayakan Sumpah Pemuda dengan Menanam Pohon di Kawasan Bandung Utara (KBU), Kawasan Bandung Utara (KBU),Menanam Pohon di Bandung

Sejumlah pegiat lingkungan dari Yayasan Odesa Indonesia beserta masyarakat, TNI, dan mahasiswa menggelar kegiatan menanam pohon di lahan kritis Kawasan Bandung Utara (KBU) Pasanggrahan, Merak Dampit, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Rabu (28/10/20200). Kegiatan tersebut dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda yang bertujuan sebagai gerakan penghijauan untuk memulihkan lahan kritis di KBU. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

CIMENYAN, AYOBANDUNG.COM -- Puluhan pemuda bersama warga setempat memilih merayakan Hari Sumpah Pemuda, Rabu (28/10/2020), dengan cara berbeda. Mereka memulai gerakan menanam pohon di Kawasan Pertanian Merak Dampit, Desa Cimenyan, Kabupaten Bandung. Kawasan ini merupakan secuil dari puluhan ribu hectare Kawasan Bandung Utara (KBU) yang memengang peran strategis sebagai kawasan penyangga Cekungan Bandung.

“Erosi Bandung Utara sudah parah dan pemerintah tidak bertindak strategis untuk mengatasi persoalan. Padahal setiap musim hujan kota Bandung dihajar banjir lumpur,” kata Ahmad Syauqi, koordinator “Aksi Tanam Pohon Sumpah Pemuda”, lewat siaran pers yang diterima AyoBandung.com.

Aksi ini diniatkan bukan sebagai seremonial belaka. Kegiatan akan berlangsung secara berkelanjutan di sepanjang musim penghujan. Kira-kira dari Oktober 2020 hingga Maret 2021 mendatang. Targetnya,  3.000 bibit pohon ditanam setiap bulan.

Menurut Syauqi, pemerintah, terutama Bupati Kabupaten Bandung dan Bupati Kabupaten Bandung Barat harus mendorong aparat desa untuk memiliki program pembibitan sendiri sehingga para petani dimudahkan mendapatkan akses bibit buah-buahan.  Banyak petani mau menanam pohon buah-buahan di sela tanaman sayuran mereka selama bibit mudah diakses.

“Petani itu senang kalau diberikan bibit, asalkan bibitnya bagus. Jangan bibit-bibit kecil seperti yang diberikan Pemprov Jawa Barat. Kalau kecil-kecil mati. Berikan bibit yang siap hidup, bukan bibit yang siap mati,” ujar Syauqi.

Aksi tahun ini merupakan kegiatan di tahun ketiga. Pada musim hujan tahun sebelumnya Syauqy dan teman-temannya berhasil menanam lebih dari 32 ribu bibit pohon. Beragam jenis pohon buah dan bijian beredar luas di masyarakat.

“Ada kelor, sukun, sirsak, nangka, durian, kopi dan lain sebagainya. Juga kita dorong petani menanam hanjeli dan sorgum. Tahun ini kita akan perbanyak kelor dan durian karena petani banyak yang menyukainya. Kelor untuk herbal dan durian untuk perolehan buah,” kata Syauqi.

Kegiatan menanam pohon oleh para pemuda yang sudah berjalan tiga tahun ini mendapat sokongan Yayasan Odesa Indonesia. Dengan menanam pohon, bukan saja petani setempat memperoleh tambahan keuntungan, juga kelestarian lingkungan akan membaik. Menanam pohon buah-buahan merupakan salah satu solusi mengurangi erosi.

Ujang Rosmana (40), salah seorang relawan pertanian Yayasan Odesa Indonesia, mengatakan bahwa bibit buah-buahan akan banyak mengurangi erosi. Ia juga menyebut langkah penting menggulirkan gerakan menanam di Bandung Utara adalah dengan melibatkan para petani.

“Perlahan-lahan mereka mau menerima. Asalkan bibit tanamannya adalah buah-buahan, bukan hanya kayu,” jelas Ujang.

Selain menanam ribuan bibit, para pemuda juga membagikan beragam jenis bibit tanaman kepada para petani yang sedang menggarap ladang.

Editor: Tri Joko Her Riadi
dewanpers