web analytics
  

Sambut Libur Panjang, Hotel di Bandung Wajib Jalankan Protokol Kesehatan

Rabu, 28 Oktober 2020 14:54 WIB Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Bandung Raya - Bandung, Sambut Libur Panjang, Hotel di Bandung Wajib Jalankan Protokol Kesehatan , PHRI Jawa Barat,Satgas Covid-19,Libur Panjang,Hotel di Bandung

Ilustrasi hotel . (Istimewa)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Barat menargetkan ada peningkatan okupansi Hotel selama long weekend Rabu (28/10/2020) hingga Minggu (1/11/2020).

Lonjakan wisatawan memang diprediksi terjadi saat libur panjang bertepatan dengan libur nasional peringatan Maulid Nabi Muhammad pada 29 Oktober 2020. Ditambah dengan cuti bersama dan libur akhir pekan reguler, maka long weekend jatuh pada 28 Oktober hingga 1 November atau 5 hari.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Barat (Jabar) Herman Muchtar berharap selama momentum libur panjang ini ada dampak positif bagi para pelaku usaha hotel dan restoran. Khusus di wilayah Bandung Raya dan sekitarnya, pihaknya menargetkan tingkat keterisian hotel atau okupansi sebesar 50-60%.

"Long weekend sekarang diawali dengan malam ini sampai dengan malam minggu nanti.Tadinya okupansi ini kita menargetkan 50%-60%, kalau memungkinkan," kata Herman kepada Ayobandung.com, Rabu (28/10/2020).

Di sisi lain, Herman mengakui, dari data yang didapat sejak Selasa (27/10/2020) malam, kunjungan tamu ke 470 hotel di Bandung masih belum menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan.

"Tapi kalau lihat data tadi malam, biasa saja belum ada peningkatan. Kondisi sekarang kan di bawah 30% malah. Okupansi sekarang masih tergolong rendah, karena baru 30% di ambil dari Rata-rata kunjungan," kata Herman.

Herman memprediksi, peningkatan okupasi pada momentum long weekend ini baru bisa dilihat pada keterisian hotel malam nanti. Pihaknya hanya berharap target tersebut bisa tercapai dan mendatangkan dampak positif bagi para pelaku usaha hotel dan restoran yang selama ini tetimbas pandemi Covid-19.

"Hari ini untuk okupansi di Kota Bandung belum ada menunjukkan peningkatan. Belum kelihatan, mungkin baru nanti malam ya, karena kemarin orang-orang masih kerja, hari ini baru libur. Kita harapkan pasti, aga optimis. Mudah-mudahan bisa mencapai target lah," ucap Herman.

Protokol kesehatan

Herman juga mengimbau agar pelaku perhotelan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 secara disiplin. Herman meminta, agar pengusaha hotel untuk mempersiapkan pengamanan dengan baik, terutama menyangkut protokol kesehatan dalam pencegahan Covid-19 baik kepada karyawan atau para tamu.

"Sudah pasti itu setiap minggu kita imbau. Kita imbau kepada semua hotel untuk melaksanakan protokol kesehatan dengan disiplin. Dan juga mereka diharapkan bisa mendisiplinkan para tamu yang datang ke hotel maupun restoran," katanya.

Apalagi, lanjut Herman, mayoritas kunjungan wisatawan ke Bandung Raya didominasi wisatawan luar kota seperti Jakarta. Meski Herman memprediksi, di tengah pandemi Covid-19 ini, angka kunjungan wisatawan dari ibu kota ke Bandung tidak akan seperti dulu.

Selain dipengaruhi pandemi covid-19, adanya akses tol Cipali, membuat para wisatawan ibu kota memiliki opsi liburan ke tempat lain seperti Semarang dan Yogyakarta.

"Diprediksi untuk long weekend ini Jakarta masih dominan tapi tidak seperti dulu karena orang Jakarta sekarang dengan adanya tol cipali, mereka sekarang punya pilihan untuk liburan ke Semarang dan Yogyakarta, (akses) sudah dekat. Jadi Bandung ini harus betul-betul memperhatikan hal ini," ungkap Herman.

Namun Herman tetap meminta para pengusaha hotel tetap optimis. Apalagi Herman menilai pandemi tak akan berakhir bila protokol kesehatan tak diterapkan secara ketat. 

Bila pandemi tak berakhir maka perekonomian di Jabar terutama di sektor wisata tak akan membaik. Sebagaimana diketahui, okupansi hotel di Jabar menurun di bulan September. Karenanya, kata Herman, protokol mesti diterapkan secara disiplin. 

"Harapan kita PSBB ini segera berakhir. Tentu dengan harapan Covid-19 ini segera berlalu. Kawan-kawan hotel harus optimis bahwa ke depan kita akan bisa lebih baik. Jaga disiplin dan terapkan secara ketat protokol kesehatan covid-19 seperti 3M dan tetap jaga protokol demi kenyamanan dan keamanan semua pihak," ujarnya.

Editor: Andres Fatubun

artikel terkait

dewanpers