web analytics
  

Polrestabes Bandung Sita Rp800 Juta Uang Palsu Siap Edar

Rabu, 28 Oktober 2020 11:44 WIB Fichri Hakiim
Bandung Raya - Bandung, Polrestabes Bandung Sita Rp800 Juta Uang Palsu Siap Edar, Uang palsu Bandung,peredaran uang palsu Bandung,pembuat uang palsu Bandung,Pembuatan Uang Palsu

Rilis peredaran uang palsu di Polrestabes Bandung, Rabu (28/10/2020). (Ayobandung.com/Fichri Hakiim)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Sebanyak 4 orang pelaku pemalsuan uang diamankan petugas Satreskrim Polrestabes Bandung. Keempat orang pelaku itu berinisial KP (25), AS (38), AS (57), dan MRS (26).

Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya menjelaskan, pengungkapan itu bermula saat polisi menerima adanya laporan dari masyarakat.

Setelah menerima laporan dari masyarakat, polisi melakukan rangkaian proses pencarian dan mengamankan pelaku pada 13 Oktober lalu di rumah kontrakan di Gegerkalong, Kota Bandung.

Pelaku pemalsuan uang di Gegerkalong. (Ayobandung.com/Fichri Hakiim)

Dalam pengungkapan kasus uang palsu itu, lanjut Ulung, polisi turut mengamankan barang bukti berupa printer, scanner, kertas minyak, hingga uang palsu pecahan Rp100.000 yang apabila ditotalkan senilai Rp 800 juta.

"Tanggal 13 Oktober, melakukan penangkapan di daerah Gegerkalong dan mendapatkan empat orang pelaku yang sedang melakukan kegiatannya, membuat kertas seperti uang," ujar Ulung di Polrestabes Bandung, Rabu (28/10/2020).

Ulung menjelaskan, uang palsu berjumlah Rp800 juta itu akan dibeli dengan uang asli senilai Rp300 juta. Namun, uang palsu itu belum sempat diedarkan karena polisi langsung mengamankan pelaku.

Terlihat uang palsu itu masih berupa selembaran kertas utuh dan belum dipotong. Kertas tersebut menyerupai kertas minyak yang memiliki tekstur lembut dan tipis.

Uang palsu di Gegerkalong. (Ayobandung.com/Fichri Hakiim)

Dalam modusnya, para pelaku saling membagi tugas. Ada yang berperan jadi operator mesin cetak hingga mencari pendana atau donatur.

Kini, polisi masih mencari dua pelaku lainnya yang disebut bertanggung jawab atas seluruh kegiatan pemalsuan uang tersebut.

"Adapun pemesannya adalah dari Jakarta dan sedang dilakukan penyelidikan dan sedang dikejar oleh petugas, sampai saat ini belum didapati tapi terus kita kembangkan," kata Ulung.

Akibat perbuatannya, empat pelaku disangkakan Pasal 35 ayat (1) juncto Pasal 26 ayat (1) UURI Nomor 7 Tahun 2011 tentang mata uang dengan pidana penjara 10 tahun serta Pasal 244 KUHPidana dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun.

 

Editor: Fira Nursyabani
dewanpers