web analytics
  

70% Kabupaten/Kota di Indonesia dalam Zona Oranye, Pemda Diminta Jangan Lengah

Rabu, 28 Oktober 2020 08:43 WIB Andres Fatubun
Umum - Regional, 70% Kabupaten/Kota di Indonesia dalam Zona Oranye, Pemda Diminta Jangan Lengah, Libur Panjang,Zona Oranye,Cimahi Zona Oranye Covid-19,Ketua Satgas Covid-19 Doni Monardo,Satgas Covid-19

Ilustrasi wisata alam Kawah Putih, Ciwidey, Bandung. (Ayobandung.com/Eneng Reni Nuraisyah Jamil)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Berdasarkan peta zonasi risiko pada pekan ini, Satgas Covid-19 memperlihatkan adanya perkembangan siginifikan pada zona merah atau risiko tinggi. 

Zona merah sebaran daerahnya turun dari 32 menjadi 20. Namun ternyata pada zona oranye atau risiko sedang meningkat dari 344 menjadi 360 atau 70% dari seluruh kabupaten/kota di Indonesia saat ini berada di zona oranye

"Ini adalah bukti bahwa banyak daerah yang terlena karena tidak masuk pada zona merah. Ingat, zona oranye juga masih berbahaya dan berisiko terjadi peningkatan penularan. Jika tidak waspada dan terus lengah, maka kabupaten/kota di zona oranye sewaktu-waktu  dapat berpindah ke zona merah," ucap Wiku. 

Pada pekan ini juga terjadi perubahan pada zona hijau. Terjadi penurunan drastis jumlah daerah pada zona hijau atau tidak ada kasus baru, dari 12 menjadi 7. Dan pada zona hijau tidak terdampak menurun dari 13 menjadi 12 kabupaten/kota. Yang perlu menjadi perhatian katanya, terdapat 4 kabupaten/kota yang sebelumnya tidak ada kasus baru kini masuk zona oranye

Keempatnya ialah Bengkulu Selatan (Bengkulu), Tojo Una-Una (Sulawesi Tengah), Pulau Taliabu (Maluku Utara) dan Mbramo Tengah (Papua). Lalu ada 2 kabupaten/kota yang sebelumnya zona hijah tidak ada kasus baru, kini masuk zona kuning yakni Lebong (Bengkulu) dan Lingga (Kepulauan Riau). 

"Dan ada 1 kabupaten/kota yang sebelumnya tidak pernah ada kasus Covid-19 menjadi ada dan masuk ke zona kuning yaitu Natuna di Kepulauan Riau," sebut Wiku. 

Jabar Siaga 1 
Menghadapi libur panjang akhir pekan minggu ini, Provinsi Jawa Barat (Jabar) menyatakan siaga satu. Kesiagaan tersebut dilakukan untuk meminimalisasi kemungkinan penyebaran Covid-19 di kalangan warga dan wisatawan.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan, pihaknya telah mempersiapkan petugas keamanan hingga pengetesan acak Covid-19 untuk para wisatawan. Pengawasan difokuskan di sejumlah tol.

"Sudah siaga satu dimulai besok. Polisi-polisi di Jabar sudah mulai bergerak ke lapangan, menekan pergerakan khususnya di jalan tol. (Pengawasan) akan dipusatkan di Cikopo, dan akan ada penambahan petugas di daerah-daerah seperti Lembang, Puncak, dan lain-lain," ungkap Emil, sapaan Ridwan Kamil dalam konferensi pers yang digelar secara daring, Senin (26/10/2020).

Ia mengatakan, untuk libur panjang kali ini pihaknya akan melakukan pengetesan swab acak bagi para wisatawan. Hal ini belum pernah dilakukan sebelumnya, dan ditujukkan untuk melacak kemungkinan adanya klaster penyebaran Covid-19 di kalangan wisatawan.

"Yang berbeda adalah para pemudik dan wisatawan akan dites swab dan rapid secara acak. Jangan kaget kalau lagi naik mobil atau motor di perjalanan akan diberhentikan dengan sopan oleh tim satgas, untuk di-random sampling melalui swab dan rapid," ungkapnya.

"Kita berdoa dengan ini tidak ada yang positif. Kalau ada, ini menjadi sebuah pola yang harus disempurnakan," jelasnya.

Selain itu, ia juga meminta para pelaku usaha wisata untuk dapat berkomitmen menjaga kapasitas tempat wisatanya pada libur panjang nanti. Pihaknya juga akan mengunjungi tempat-tempat wisata seperti tempat hiburan malam untuk melakukan pengetesan acak.

"Tempat wisata akan dimintai komitmennya dalam pembatasan kapasitas. Kalau janji (kapasitas maksimal) 50%, tolong disiplin. Hiburan malam juga akan kita datangi untuk dilakukan pengetesan," ungkapnya.

Editor: Andres Fatubun

artikel terkait

dewanpers