web analytics
  

Cuti Bersama Oktober 2020, Yang Masih Kerja Wajib Dapat Uang Lembur?

Rabu, 28 Oktober 2020 06:13 WIB Icheiko Ramadhanty
Umum - Nasional, Cuti Bersama Oktober 2020, Yang Masih Kerja Wajib Dapat Uang Lembur?, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah,Cuti Bersama Oktober 2020,libur cuti bersama Maulid Nabi Muhammad SAW

Menaker Ida Fauziyah mengatakan, perusahaan yang mempekerjakan pekerjanya selama libur cuti bersama Maulid Nabi Muhammad SAW 1422 H 28 Oktober 2020 hingga 1 November 2020 harus memberikan upah lembur.  (Istimewa)

Perusahaan yang mempekerjakan pekerjanya selama libur cuti bersama Maulid Nabi Muhammad SAW 1422 H 28 Oktober 2020 hingga 1 November 2020 harus memberikan upah lembur. 

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah menyatakan, cuti bersama untuk pekerja di sektor swasta pada akhir bulan ini bersifat fakultatif. Kebijakan tersebut diserahkan kepada masing-masing perusahaan.

Hal itu dia sampaikan terkait jadwal libur panjang dan cuti bersama Maulid Nabi Muhammad SAW 1422 H yang bakal berlangsung mulai hari ini, Rabu, 28 Oktober 2020 hingga 1 November 2020.

“Cuti bersama bagi sektor swasta itu fakultatif, maka pelaksanaannya berdasarkan kesepakatan serikat pekerja dan pengusaha dengan mempertimbangkan kebutuhan masing-masing perusahaan," kata Ida dalam keterangan persnya, Selasa (27/10/2020).

Pemerintah melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri, yakni Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri PAN-RB sepakat menetapkan Libur Nasional dan Cuti Bersama 2020 pada akhir Oktober 2020.

Namun, jika perusahaan tidak meliburkan pekerjanya di waktu cuti bersama yang telah ditetapkan dalam SKB, mereka tidak akan dikenai sanksi atau denda.

“Karena fakultatif, maka tidak wajib dan tidak ada denda,” ucap Ida.

Kendati demikian, perusahaan yang mempekerjakan pekerjanya selama libur cuti bersama harus memberikan upah lembur. “Dan apabila dinyatakan sebagai hari cuti bersama, tapi ternyata pekerja harus masuk kerja, maka berlaku upah lembur,” ucapnya.

Ida menuturkan, kebijakan cuti bersama yang ditetapkan pemerintah sudah menjadi bagian dalam cuti tahunan sebagaimana hak pekerja. Namun, pelaksanaan cuti bersama memang bersifat opsional dan sesuai dengan kesepakatan antara pengusaha dan pekerja atau buruh dan atau serikat pekerja atau serikat buruh dengan pengusaha.

Kesepakatan tersebut juga dapat diatur dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan, atau perjanjian kerja bersama dan peraturan perundang-undangan, dengan mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan operasional perusahaan.

Bagi pekerja yang melaksanakan cuti bersama, Ida mengingatkan untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19. Dia meminta para pekerja memanfaatkan cuti atau libur dengan bijak, terutama untuk berkumpul bersama keluarga di rumah. 

“Gunakan waktu cuti atau libur dengan sebijak mungkin. Manfaatkan cuti dan libur ini untuk berlibur dan merekatkan kehangatan bersama keluarga,” kata dia.

Editor: M. Naufal Hafizh
dewanpers