web analytics
  

Ini Jadwal Pembagian Bansos Corona di Bandung, Apa Saja Isinya?

Rabu, 28 Oktober 2020 05:52 WIB Nur Khansa Ranawati
Bandung Raya - Bandung, Ini Jadwal Pembagian Bansos Corona di Bandung, Apa Saja Isinya?, Pandemi Corona,Bansos Corona Jabar,Bansos Jabar,Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat memantau pendistribusian bansos provinsi tahap tiga bagi masyarakat terdampak COVID-19 di Kantor Pos Garut, Kabupaten Garut, Selasa (27/10/20). Kota Bandung menjadi yang terbanyak mendapatkan bansos corona Jabar tahap 3. (Humas Jabar)

Daerah paling banyak menerima bansos corona Jabar yakni Kota Bandung, disusul Kabupaten Bandung, Kabupaten Bogor, Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Garut.

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Bantuan sosial (bansos) Provinsi Jawa Barat tahap tiga mulai dibagikan secara serentak ke 27 kabupaten/kota, Selasa (27/10/2020). Pendistribusian akan berlangsung selama 18 hari hingga 13 November 2020.

Adapun total penerima bansos tahap tiga ini ada sebanyak 1.907.274 keluarga. Mereka adalah yang tergolong ke dalam Keluarga Rumah Tangga Sasaran (KRTS) bansos.

Dari angka tersebut, sebanyak 45,1% penerima berada di kawasan Bodebek dan Bandung Raya. Untuk Bodebek, terdapat 359.567 KRTS yang akan menerima bansos. Sementara itu, untuk Bandung Raya (Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung Barat) ada 499.046 KRTS.

Daerah paling banyak menerima bansos yakni Kota Bandung, yakni mencapai 9,88%. Disusul Kabupaten Bandung (9,26%), Kabupaten Bogor (7,55%), Kabupaten Bandung Barat (6,32%), dan Kabupaten Garut (5,65%).

Sementara itu, daerah paling sedikit yakni Kabupaten Pangandaran dengan jumlah 0,15% dari total KRTS Jabar.  

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil beserta jajarannya memantau langsung hari pertama penyaluran bansos ini. Dia memantau pembagian bansos di Kabupaten Garut dengan melepas keberangkatan para pengemudi motor dari PT Pos Indonesia yang akan berkendara menuju rumah-rumah penerima bansos.

“Hari ini sesuai rencana. Bantuan keempat nanti akan mengakhiri (disalurkan di akhir tahun), karena ekonomi sekarang sudah membaik. Jadi ekonomi Jawa Barat sudah bergerak di 60%,” ungkapnya.

“Mudah-mudahan sisa waktu di November sampai Desember mendekati 80% sampai 90%.  Artinya kalau sudah angka itu maka ekonomi sudah normal lagi asal disiplin (protokol kesehatan),” lanjutnya.

Sementara itu, jumlah nominal bansos tahap tiga sebesar Rp350.000 dari semula Rp500.000. Rincian Rp100.000 tunai dan Rp250.000 berupa sembako.

Koordinator Sub Divisi Logistik Sri Endang Marwati menjelaskan, nomimal bansos tahap tiga berkurang karena ada penambahan KRTS dari asalnya 1,3 juta menjadi 1,9 juta. Di satu sisi APBD Provinsi makin terbatas.

Cost (biaya) juga bertambah,” ungkap Sri.

Sri menambahkan, Pemerintah Provinsi Jabar bersama dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan memanfaatkan aplikasi Pikobar dalam proses pembersihan data. Dengan begitu, diharapkan tidak akan ada data ganda atau KRTS yang menerima bansos dua kali.

“Untuk tahap tiga ini kita sudah bekerja sama dengan BPKP untuk cleansing data. Dengan Pikobar juga sudah melakukan 23 proses cleansing, sehingga data yang tahap tiga ini. Insyaallah sesuai dengan yang kita harapkan. Jadi tidak ganda atau dobel penerima,” katanya.

Berikut perincian isi bantuan sosial tahap tiga untuk 1.907.274 KRTS di Jabar:

1. Uang Tunai Rp100.000
2. Sembako senilai Rp250.000 berisi:
-Sarden 155 gram sebanyak 5/4 kaleng,
-Kornet satu kaleng besar/dua kaleng kecil
-Minyak goreng 1 liter
-Beras 5 kg
-Susu 5 pcs
-Vitamin C 1 paket,
-Gula pasir 1 kg,
-Garam 500 gram,
-Masker 4 pcs.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers