web analytics
  

Doa Salat Istikharah untuk Minta Petunjuk Jodoh dan Pilihan Lain

Rabu, 28 Oktober 2020 05:24 WIB
Umum - Pendidikan, Doa Salat Istikharah untuk Minta Petunjuk Jodoh dan Pilihan Lain, Salat Istikharah,Menentukan Jodoh,Doa Salat Istikharah

[Ilustrasi] Seorang muslim dianjurkan Salat Istikharah jika harus menentukan pilihan di persimpangan jalan, di antaranya saat harus memilih pasangan hidup (jodoh), pekerjaan, membeli mobil atau rumah, dan sebagainya. (Pixabay/Konevi )

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM – Seorang muslim dianjurkan Salat Istikharah jika harus menentukan pilihan di persimpangan jalan, di antaranya saat harus memilih pasangan hidup (jodoh), pekerjaan, membeli mobil atau rumah, dan sebagainya.

Salat Istikharah merupakan tuntunan Allah SWT dan Rasul-Nya bagi umat Islam saat berada dalam pilihan sulit. Setiap muslim dianjurkan melakukannya untuk meminta petunjuk sekaligus menunjukkan keyakinan kepada Allah.

Pelaksanaanya sama dengan salat sunah biasa, meski ada beberapa anjuran untuk dilakukan. Adapun lafaz doanya, menurut buku Kumpulan Doa Sehari-hari dari Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama memiliki doa khusus. Doa ini juga seperti yang diriwayatkan Ahmad, Bukhari, Ibnu Hibban, Al-Baihaqi.

Berikut doanya:

 اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِك وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيمِ ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ وَأَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوبِ ، اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ خَيْرٌ لِى فِى دِينِى وَمَعَاشِى وَعَاقِبَةِ أَمْرِى فَاقْدُرْهُ لِى وَيَسِّرْهُ لِى ثُمَّ بَارِكْ لِى فِيهِ

 

اللَّهُمَّ وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ شَرٌّ لِى فِى دِينِى وَمَعَاشِى وَعَاقِبَةِ أَمْرِى فَاصْرِفْهُ عَنِّى وَاصْرِفْنِى عَنْهُ ، وَاقْدُرْ لِى الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِى

“Allahumma inni astakhiruka bi ‘ilmika, wa astaqdiruka bi qudratika, wa as-aluka min fadhlika al adziim, fa innaka taqdiru wa laa aqdiru, wa ta’lamu wa laa a’lamu, wa anta ‘allaamul ghuyub. Allahumma in kunta ta’lamu hadzal amro (sebut nama urusan tersebut) khoiron lii fii diinii wa ma’aasyi wa ‘aqibati amrii faqdurhu lii, wa yassirhu lii, tsumma baarik lii fiihi. Allahumma in kunta ta’lamu anna haadzal amro syarrun lii fii diini wa ma’aasyi wa ‘aqibati amrii fash-rifhu anni wasrifnii anhu, waqdur liil khoiro haitsu kaana tsummardhinii,"

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku beristikharah pada-Mu dengan ilmu-Mu, aku memohon kepada-Mu kekuatan dengan kekuatan-Mu, aku meminta kepada-Mu dengan kemuliaan-Mu. Sesungguhnya Engkau yang menakdirkan dan aku tidaklah mampu melakukannya. Engkau yang Maha Tahu, sedangkan aku tidak tahu. Engkaulah yang mengetahui perkara yang gaib. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa perkara ini baik bagiku dalam urusanku di dunia dan di akhirat, maka takdirkanlah hal tersebut untukku, mudahkanlah untukku dan berkahilah ia untukku. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa perkara tersebut jelek bagi agama, kehidupan, dan akhir urusanku  maka palingkanlah ia dariku, dan palingkanlah aku darinya, dan takdirkanlah yang terbaik untukku apapun keadaannya dan jadikanlah aku ridha dengannya."

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: M. Naufal Hafizh
dewanpers