web analytics
  

LPPM Unjani Latih Warga Kampus Penanganan Darurat Bencana

Selasa, 27 Oktober 2020 22:54 WIB Tri Junari
Bandung Raya - Cimahi, LPPM Unjani Latih Warga Kampus Penanganan Darurat Bencana, Berita Cimahi,Unjani,Mitigasi Bencana

Kegiatan pelatihan mitigasi bencana di kampus Unjani. (Ayobandung.com/Tri Junari)

CIMAHI, AYOBANDUNG.COM -- Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) bersama Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) memberikan pelatihan mitigasi bencana penanganan luka bakar dan Bantuan Hidup Dasar (BHD) serta simulasi siaga bencana bagi warga Kampus Unjani di Jalan Terusan Sudirman Kota Cimahi, Selasa (27/10/2020).

Kegiatan diikuti puluhan unsur pegawai di kampus Unjani seperti dosen, satpam dan office boy. Mereka dilatih penanganan medis korban bencana oleh dokter muda fakultas kedokteran Unjani.

Ketua Pengabdian Masyarakat Mitigasi Bencana Unjani Fransiska Ambarukmi mengatakan, potensi bencana alam maupun nonalam di Indonesia cukup tinggi. Dipilihnya warga kampus memberi harapan agar mereka dibekali wawasan penanganan yang benar dan menyebarluaskannya kepada masyarakat luas.

"Kita dekat dengan kebencanaan maka visi FK Unjani yaitu kedaruratan medik coba kita latih kepada warga kampus. Maka digelar pelatih mitigasi bencana sebagai langkah pencegahan dan tindakan pascabencana bagi warga yang membutuhkan bantuan medis lewat BHD dan penanganan luka bakar," katanya di sela pelatihan.

Fransiska berharap, bekal kemahiran penanganan medis hasil pelatihan tersebut juga menjadi tonggak awal terbentuknya satuan tugas (satgas) kebencanaan Unjani dan tahapan awal penyusunan standar penanganan bencana.

"Kita akan membentuk satgas siaga bencana Unjani, sehingga bisa dikenal sebagai kampus prototipe siaga bencana," katanya.

Di tempat sama, Ketua Pengabdian Masyarakat BHD Unjani Indarti menerangkan, dalam pelatihan ini dokter muda memberi wawasan dan konsultasi warga kampus soal penanganan medis luka bakar dan BHD. Kegiatan juga diisi simulasi penanganan agar peserta memahami dan mampu melakukan penanganan medis korban bencana.

"Sekitar 90% kematian akibat keterlambatan pertolongan, padahal mudah diterapkan dan bisa dipelajari. Sehingga pelatihan BHD ini sangat bermanfaat tidak hanya dalam kondisi bencana tapi juga kejadian sehari-hari,"katanya.

Menurutnya, penerapan masyarakat dalam penanganan darurat luka bakar kerap kali salah, seperti misalnya mengoleskan mentega, kecap maupun pasta gigi pada luka bakar. Padahal, dalam tindakan medis hal itu tidak dibenarkan, ada cara tersendiri agar luka bakar tertangani dengan benar.

"Padahal itu bisa memicu infeksi, kita harus kenali jenis luka bakar stadium berapa dan penanganannya seperti apa. Disini kita berikan tindakan yang benar," katanya.

Editor: Ananda Muhammad Firdaus

artikel terkait

dewanpers