web analytics
  

Wagub Jabar Lepas Penyaluran Bansos Jabar Tahap Tiga di KBB 

Selasa, 27 Oktober 2020 22:19 WIB Tri Junari
Bandung Raya - Ngamprah, Wagub Jabar Lepas Penyaluran Bansos Jabar Tahap Tiga di KBB , Bansos Jabar,Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum

Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum melepas penyaluran bantuan sosial dari Pemerintah Daerah Provinsi Jabar tahap tiga di Kantor Pos Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Selasa (27/10/2020). (Dok Humas Pemprov Jabar)

PADALARANG, AYOBANDUNG.COM -- Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat (Jabar) Uu Ruzhanul Ulum melepas penyaluran bantuan sosial (bansos) dari Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jabar --selanjutnya ditulis bansos provinsi-- tahap tiga di Kantor Pos Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Selasa (27/10/2020). 

Bansos provinsi tahap tiga hari ini disalurkan secara serentak di 27 kabupaten/kota se-Jabar. Total jumlah penerima bansos provinsi tahap tiga sebanyak 1.907.274 Keluarga Rumah Tangga Sasaran (KRTS). Pendistribusian dijadwalkan berlangsung selama 18 hari hingga 13 November 2020. 

Kang Uu mengatakan, terdapat perubahan nominal bansos Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jabar tahap tig. Dari sembako senilai Rp350 ribu menjadi Rp250 ribu dan uang tunai dari Rp150 ribu menjadi Rp100 ribu. Sehingga, total nominal bansos provinsi tahap tiga adalah Rp 350 ribu. 

"Pada bansos kali ini (tahap tiga) uang tunai jadi 100 ribu rupiah dan sembako jadi 250 ribu rupiah, totalnya 350 ribu rupiah," kata Kang Uu. 

Kang Uu menjelaskan, nominal bansos provinsi tahap tiga ini berbeda karena penambahan KRTS dari 1,3 juta menjadi 1,9 juta, sementara APBD Provinsi Jabar pun semakin terbatas. 

"Sekarang sampai 1,9 juta lebih, konsekuensinya (nominal bansos) disesuaikan nominalnya untuk pemerataan," tutur Kang Uu. 

Ia pun berujar bahwa Pemda Provinsi Jabar tidak bisa mengambil kebijakan pengalihan dana dari anggaran lain untuk bansos provinsi karena berbenturan dengan kepentingan penanggulangan COVID-19 lainnya, seperti penguatan fasilitas layanan kesehatan dan pemulihan ekonomi daerah. 

Ia pun berharap, masyarakat dapat memaklumi kebijakan bansos provinsi tahap tiga ini. 

"Artinya memang dalam menanggulangi pandemi (COVID-19) ini, Pemda Provinsi Jabar bukan berfokus kepada bansos saja," ucap Kang Uu. 

Untuk diketahui, Pemda Provinsi Jabar bekerja sama dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan memanfaatkan aplikasi Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Jabar (Pikobar) dalam proses pembersihan data penerima sehingga tidak akan ada data ganda atau KRTS yang menerima bansos dua kali. 

Di tahap tiga ini, 45,1 persen penerima bansos ada di kawasan Bodebek (Kota/Kab. Bogor, Kota/Kab. Bekasi, dan Kota Depok) dan Bandung Raya (Kota Bandung, Kab Bandung, Kota Cimahi, KBB). 

Daerah paling banyak menerima bansos yakni Kota Bandung 9,88 persen. Disusul Kab Bandung (9,26 persen), Kab Bogor (7,55 persen), KBB (6,32 persen), dan Kab Garut (5,65 persen). Sementara daerah paling sedikit yakni Kabupaten Pangandaran dengan jumlah 0,15 persen dari total KRTS Jabar.   

Dalam start penyaluran bansos provinsi serentak se-27 kabupaten/kota pada Selasa (27/10) ini, Gubernur Jabar Ridwan Kamil dan Sekretaris Daerah Provinsi Jabar Setiawan Wangsaatmaja serta kepala dinas terkait turut melepas penyaluran, di Kantor Pos Garut, Kabupaten Garut.

Editor: Dadi Haryadi

artikel terkait

dewanpers