web analytics
  

Syarat-syarat yang Harus Dipenuhi Sebelum Divaksin

Selasa, 27 Oktober 2020 17:43 WIB Icheiko Ramadhanty
Gaya Hidup - Sehat, Syarat-syarat yang Harus Dipenuhi Sebelum Divaksin, Syarat vaksin,Manfaat Vaksin,Vaksin Covid-19,vaksin corona

Petugas medis menyuntikan vaksin Covid-19 kepada relawan saat simulasi uji klinis vaksin Covid-19 di Rumah Sakit Pendidikan Unpad, Jalan Prof. Eyckman, Kota Bandung, Kamis (6/8/2020). ( Ayobandung.com/Kavin Faza)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Saat ini, dunia sedang disibukkan dengan penelitian dan uji klinis dari vaksin Covid-19. Namun, banyak informasi yang kurang tepat beredar di tengah masyarakat terkait vaksin Covid-19.

Dokter Penyakit Dalam Rumah Sakit Menteng Mitra Afia, Dirga Sakti Rambe, menjelaskan berbagai informasi yang kurang tepat mengenai vaksin. Perlu diketahui bahwa ada persepsi yang keliru seakan-akan vaksin digunakan untuk mengobati seseorang.

Menurut Dirga, persepsi tersebut tidak tepat. Dia mengatakan, vaksin diberikan kepada orang yang sehat agar yang bersangkutan dapat dicegah dari penyakit-penyakit berbahaya.

“Oleh karena itu, vaksin diberikan kepada orang yang sehat,” jelasnya dalam akun YouTube FMB9ID_IKP, Selasa (27/10/2020).

Lantas, apa syarat yang harus dipenuhi dari seseorang untuk vaksinasi? Dirga membeberkan, syarat pertama yaitu seseorang tersebut dalam keadaan sehat.

“Sehat di sini secara umum, artinya tidak demam tinggi atau tidak sedang sakit berat,” kata dia.

Syarat kedua, tidak ada riwayat alergi terhadap suatu vaksin yang sifatnya spesifik. Contohnya, seseorang pernah mengalami alergi setelah vaksinasi hepatitis B. Artinya, di masa depan, seseorang tersebut tidak boleh lagi menerima vaksin hepatitis B.

Selain itu, Dirga juga menjelaskan tentang durasi perlindungan dari suatu vaksin. Dia mengatakan, lamanya durasi perlindungan tubuh setelah vaksin bisa berbeda-beda, tergantung dari karakteristik masing-masing vaksin dan tergantung dari virus atau bakteri.

“Oleh karena itu, ada vaksin yang cukup diberikan sekali seumur hidup, ada yang perlu diulang setiap sepuluh tahun, ada vaksin yang diulang satu tahun seperti influenza. Setiap vaksin sudah memiliki aturan masing-masing yang perlu kita ikuti supaya kita memiliki proteksi terhadap suatu penyakit,” jelas Dirga.

Dia menegaskan bahwa vaksinasi bukan merupakan urusan pribadi semata, namun merupakan tanggungjawab sosial. Hal ini karena, pada sekelompok masyarakat yang cangkupan vaksinasinya rendah, maka saat ada penyakit infeksi, penularannya menjadi cepat, begitu sebaliknya.

“Oleh karena itu, vaksinasi diri sendiri sebetulnya bukan hanya untuk melindungi diri kita, tapi juga orang sekitar,” ujarnya. 

Editor: Fira Nursyabani

artikel terkait

dewanpers