web analytics
  

Duka Cianjur Selatan: Jalan Utama Terputus, 400 Rumah Kena Banjir

Selasa, 27 Oktober 2020 19:22 WIB Muhammad Ikhsan
Umum - Regional, Duka Cianjur Selatan: Jalan Utama Terputus, 400 Rumah Kena Banjir, Berita Cianjur,bencana Cianjur,Longsor Cianjur,banjir Cianjur,Cianjur Selatan,Longsor Leles,banjir Sindangbarang

Anggota TNI Kodim 0608 Cianjur melongok longsoran yang menutup akses jalan. (Ayobandung.com/Muhammad Ikhsan)

CIANJUR, AYOBANDUNG.COM -- Hujan yang mengguyur Kabupaten Cianjur sebelah selatan, berturut-turut sejak Minggu (26/10/2020), membuat beberapa kecamatan di wilayah ini dilanda bencana banjir dan tanah longsor.

Tiga kecamatan terdampak bencana yang tercatat hingga kini adalah Kecamatan Sindangbarang, Kecamatan Agrabinta, dan Kecamatan Leles.

Di Kecamatan Leles terjadi longsor selama dua hari di tempat yang sama, yakni di Kampung Sukamulya RT01 RW02 Desa Sukamulya. Akibatnya jalan utama Leles tertutup longsoran dengan panjang sekira 30 meter dan ketebalan 3 meter.

“Senin pagi kita gotong royong membersihkan jalan dari longsoran tanah, diakhir turun lagi hujan, tiba-tiba malam longsor lagi,” kata Plt Camat Leles Acep Juandi pada Ayobandung.com, Selasa (27/10/2020).

Dampak dari tertutupnya akses jalan utama dari arah Patrol menuju Kecamatan Leles, pengendara motor maupun mobil harus berputar arah melewati Kecamatan Sindangbarang menuju Kecamatan Agrabinta.

“Jauh sekali memutar jalannya, warga Leles akan merugi karena harus keluarkan BBM lebih, juga waktu yang terbuang. Harus secepatnya dibersihkan,” katanya.

Sementara itu, di Kecamatan Sindangbarang, banjir luapan aliran Sungai Ciwaduk atau Cimahi Garogol merendam sekitar 400 rumah warga di Kampung Cimahi, Kampung Garogol, dan Kampung Nyalindung di Desa Jayagiri.

"Saat kejadian, ketinggian air sekitar 75 sentimeter," kata Kepala Desa Jayagiri Endang Solehuddin.

Selain merendam rumah, kata Endang, luapan sungai juga membanjiri ruas jalan utama di Cianjur selatan sekitar 500 meter.

"Warga yang rumahnya terendam sempat diungsikan ke aula desa," tuturnya.

Endang menuturkan, selain karena tingginya intensitas curah hujan, meluapnya air Sungai Ciwaduk juga akibat terjadi penyempitan dan sedimentasi. Sebab, di lokasi dilakukan peninggian ruas jalan nasional.

"Lebar sungai kini hanya tinggal 10 meter dan kedalamannya tiga meter. Di sekitar lokasi yang terendam banjir juga tidak ada gorong-gorong," tandasnya.

Editor: Ananda Muhammad Firdaus
dewanpers