web analytics
  

Pemerintah: Peringatan Maulid Nabi Boleh, Asal Peserta Dibatasi

Selasa, 27 Oktober 2020 18:47 WIB
Umum - Nasional, Pemerintah: Peringatan Maulid Nabi Boleh, Asal Peserta Dibatasi, Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW,Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof. Wiku Adisasmito

Juru Bicara Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito (NTARA/Akbar Nugroho Gumay)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW boleh digelar masyarakat asal ada sejumlah batasan yang perlu ditaati masyarakat mengingat pandemi Covid-19 masih berlangsung. Demikian, kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito.

Wiku Adisasmito meminta masyarakat untuk merayakan Maulid Nabi di lingkup kecil tempat tinggal masing-masing. Bila memang ada perayaan yang dihadiri sejumlah orang, ia meminta protokol kesehatan tetap dijalankan. Terutama, penggunaan masker, mencuci tangan, dan jaga jarak antarjamaah.

"Dan batasi jumlah peserta yang ikut dalam perayaan sehingga tidak menimbulkan kerumunan. Ikuti arahan yang diberikan satgas penanganan covid19 di daerah," ujar Wiku dalam keterangan pers di Kantor Presiden, Selasa (27/10).

Libur Maulid Nabi Muhammad SAW memang menjadi perhatian pemerintah. Alasannya, ada dua cuti bersama yang mengapitnya sehingga menjadikan liburan nanti cukup panjang. Hal ini diyakini akan mendorong pergerakan masyarakat yang keluar rumah, baik untuk memperingati maulid nabi atau bertamasya.

Peningkatan mobilitas masyarakat ini dikhawatirkan memicu kembali lonjakan angka kasus Covid-19 di tengah masyarakat. Lonjakan sebelumnya sempat terjadi, dalam rentang waktu sekitar dua pekan setelah libur panjang Tahun Baru Islam pada Agustus lalu dan libur Lebaran pada Mei.

 

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Dudung Ridwan
dewanpers