web analytics
  

115 Calon Penumpang KA di Cirebon Gagal Berangkat karena Reaktif

Selasa, 27 Oktober 2020 17:21 WIB Erika Lia
Umum - Regional, 115 Calon Penumpang KA di Cirebon Gagal Berangkat karena Reaktif, Daop 3 Cirebon,Rapid test penumpang kereta,rapid test stasiun

Calon penumpang kereta menjalani rapid test Covid-19. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

CIREBON, AYOBANDUNG.COM -- Sedikitnya 115 calon penumpang kereta api di stasiun se-Daop 3 Cirebon gagal berangkat ke tujuan, menyusul hasil rapid test mereka dinyatakan reaktif.

Manajer Humas Daop 3 Cirebon, Luqman Arif mengungkapkan, 11.590 calon penumpang KA di Daop 3 Cirebon menjalani rapid test sebelum keberangkatannya ke tujuan masing-masing.

"Dari jumlah itu, 115 orang reaktif dan 11.475 non reaktif. Bagi yang reaktif, tak dibolehkan naik kereta api," katanya, Selasa (27/10/2020).

Calon penumpang yang gagal berangkat pun menerima pengembalian bea tiket secara penuh. Untuk penanganan selanjutnya, pihaknya berkoordinasi dengan otoritas terkait.

Sejak pandemi Covid-19, PT KAI memberlakukan kewajiban rapid test bagi seluruh calon penumpangnya. Kegiatan itu mulai dilaksanakan sejak awal Agustus lalu.

Pelayanan rapid test di stasiun sendiri menjadi salah satu upaya pihaknya mencegah penyebaran Covid-19. Di wilayah Daop 3 Cirebon, layanan rapid test bagi calon penumpang tersedia di Stasiun Cirebon Kejaksan dan Stasiun Cirebon Prujakan.

Dia menyebut, layanan di kedua stasiun meningkat bersamaan kebutuhan masyarakat menggunakan kereta api, terutama memasuki libur panjang akhir pekan ini.

"Pada 24 dan 25 Oktober 2020, layanan rapid test di Stasiun Cirebon Kejaksan dan Cirebon Prujakan rata-rata 100 calon penumpang. Naik dibanding hari sebelumnya," tuturnya.

Menghadapi peningkatan itu, pihaknya mengimbau pelanggan melakukan rapid test selambatnya H-1 tanggal keberangkatan. Pelanggan dikhawatirkan ketinggalan kereta api bila melakukan rapid test pada hari keberangkatan, mengingat adanya antrean sebelum tes.

Namun, bila tetap akan melakukan rapid test pada hari yang sama dengan hari keberangkatan, calon penumpang diharap mengatur waktu keberangkatan dan menyiapkan rentang waktu yang cukup.

''Tidak disarankan datang 3 jam sebelum keberangkatan untuk menghindari risiko tertinggal kereta api karena antrian rapid test di stasiun cukup padat,'' cetusnya.

Layanan rapid test di Stasiun Cirebon Kejaksan dan Stasiun Cirebon Prujakan berlangsung pukul 08.00 WIB hingga 17.00 WIB. Biaya tes sebesar Rp85.000.

Calon penumpang yang hendak menjalani rapid test di stasiun harus memiliki kode booking tiket KAJJ yang telah terbayar lunas. Dengan kata lain, tidak semua orang dapat mengakses layanan ini.

Editor: Fira Nursyabani
dewanpers