web analytics
  

Polresta Bandung Kampanyekan Protokol Kesehatan Saat Operasi Zebra Lodaya

Selasa, 27 Oktober 2020 15:50 WIB Mildan Abdalloh
Bandung Raya - Soreang, Polresta Bandung Kampanyekan Protokol Kesehatan Saat Operasi Zebra Lodaya, Operasi Zebra Lodaya  2020,pelanggaran Operasi Zebra Lodaya 2020,Waktu Operasi Zebra Lodaya 2020

Satlantas Polresta Bandung membagikan masker kepada masyarakat dalam Operasi Zebra Lodaya 2020. (Ayobandung.com/Mildan Abdalloh)

SOREANG, AYOBANDUNG.COM -- Dalam Operasi Zebra Lodaya 2020, Satlantas Polresta Bandung selain menindak pengendara yang melanggar aturan berlalu lintas, juga membagikan masker kepada masyarakat.

Kasatlantas Polresta Bandung Kompol Erik Bangun Prakasa mengatakan, dalam masa pandemi ini, pihaknya turut serta mengkampanyekan kepada masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan.

"Kami ajak masyarakat agar selalu mematuhi protokol kesehatan. Sebagai langkah preventif, kami juga membagikan masker," tutur Erik, Selasa (27/10/2020).

Di Kabupaten Bandung ini, kata Erik, pihaknya fokus di seluruh titik-titik rawan terjadinya pelanggaran protokol kesehatan, seperti tempat keramaian, tempat hiburan, lokasi-lokasi pasar, dan lokasi lainnya.

"Kita laksanakan serentak oleh personel Satlantas Polresta Bandung membagikan masker. Target kita setiap hari membagikan 1.000 masker selama 14 hari atau selama Operasi Zebra Lodaya 2020," katanya.

Dia berharap masyarakat bisa meningkatkan kesadarannya dengan menerapkan protokol kesehatan supaya pandemi Covid-19 segera berakhir.

Masker yang Utama
Pemerintah terus mengingatkan pada masyarakat agar sebisa mungkin berada di rumah dalam libur panjang 28 Oktober - 1 November. Alasannya, pengalaman dua kali libur panjang disertai peningkatan kasus menjadi perhatian.

Ketua Departemen Epidemiologi Universitas Indonesia Dr. dr. Tri Yunis Miko Wahyono, MSc memberikan tips liburan aman dari penularan Covid-19.

Pertama, hindari percikan air liur saat berbicara. Penyebaran virus corona itu terjadi melalui penularan droplet, dari percikan air liur saat berbicara. Hal itu yang membuat masyarakat diminta patuh pakai masker dan jaga jarak serta menghindari kerumunan agar tidak terpapar Covid-19.

Adapun masker yang digunakan berbahan kain hanya melindungi 70%, sedangkan masker bedah hanya 80-90%. Masker paling aman jenis N95.

Kedua, hindari kerumunan yang menyebabkan tak ada jarak. Pilih daerah wisata yang tak terlalu padat karena menghindari potensi penyebaran virus corona. 

Ketiga, status zonasi lokasi wisata yang bakal dituju sebaiknya diketahui lebih awal, apakah statusnya zona hijau, kuning, oranye, atau merah.

Status itu bisa diketahui dengan mengunjungi laman resmi Covid-19 atau menanyakan langsung ke kantor pemerintahan setempat.

Disarankan pilih lokasi hiburan di zona hijau yang relatif lebih aman.

Keempat, setelah zonasi pastikan lokasi hiburan itu di tempat terbuka seperti pantai atau wisata pegunungan (outdoor). Hindari ruangan tertutup yang tidak masuk cahaya matahari dan udara.

Kelima, kesehatan pastikan kondisi tubuh fit atau sehat sebelum memutuskan berangkat liburan. Jika kondisi fisik bermasalah sebaiknya tunda perjalanan dan lebih baik mencari hiburan di dekat rumah dengan jarak terjangkau.

"Kuncinya adalah menghindari penularan melalui droplet. Makanya harus memakai masker yang melindungi hidung dan mulut. Menjaga jarak agar saat berbicara sedikit droplet keluar. Tetap saling menjaga jarak sehingga tidak terkena. Dan yang juga penting untuk mencuci tangan pakai sabun," papar Tri Yunis Miko Wahyono dalam talkshow "Imun Kuat Libur Panjang Aman" di Media Center Satgas Penanganan COVID-19 Graha BNPB Jakarta pada Rabu (21/10) 

Editor: Fira Nursyabani
dewanpers