web analytics
  

Selain Banjir, Waspada Bencana Musim Hujan Lainnya di Kota Bandung

Selasa, 27 Oktober 2020 14:39 WIB Nur Khansa Ranawati
Bandung Raya - Bandung, Selain Banjir, Waspada Bencana Musim Hujan Lainnya di Kota Bandung, daerah rawan bencana Bandung,Banjir Bandung,Pohon tumbang bandung,longsor Bandung

Warga memotong dahan pohon yang tumbang di Jalan Dr Djunjunan, Kota Bandung, Rabu (26/8/2020). (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Musim hujan di Kota Bandung kerap menimbulkan potensi bencana di sejumlah titik. Beberapa bencana yang sering dijumpai dari tahun ke tahun adalah banjir.

Beberapa titik yang menjadi 'langganan' banjir di Kota Bandung di antaranya adalah wilayah Pagarsih dan Gedebage. Namun, selain banjir, terdapat pula potensi bencana lain yang perlu diwaspadai.

Kepala Bidang Penanggulangan Bencana dan Kesiapsiagaan Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung Dian Rudianto mengatakan, di samping banjir, bencana longsor juga menjadi sorotan. Selain itu, terdapat potensi tanggul yang jebol dan kirmir sungai yang amblas.

"Bencana tidak hanya banjir saja yang disebabkan hujan, tapi juga ada potensi lain. Seperti kirmir roboh dan tanggul jebol" ungkapnya ketika ditemui di Balai Kota Bandung, Selasa (27/10/2020).

Ia mengatakan, terdapat kawasan yang masuk kategori rawan bencana dan kawasan yang memiliki potensi mengalami bencana tersebut.

Kawasan yang tergolong rawan adalah wilayah yang mengalami bencana tersebut setiap tahunnya, sedangkan wilayah berpotensi adalah yang memiliki kemungkinan mengalami bencana ketika hujan tiba.

"Ada yang rawan dan ada yang berpotensi. Kalau yang rawan itu seperti di Pagarsih. Kalau yang berpotensi itu kawasan yang berada di sepanjang aliran sungai," ungkapnya.

Untuk kawasan yang kerap mengalami longsor di Kota Bandung ia mengatakan, berada di wilayah yang berbatasan dengan Bandung Utara. Meliputi wilayah Kecamatan Cidadap, Coblong, termasuk Cibiru.

Sementara daerah berpotensi mengalami kirmir amblas adalah daerah sepanjang aliran sungai. Ia mengatakan, hal tersebut salah satunya disebabkan oleh pembangunan yang tidak teratur dan tidak mengindahkan potensi bencana.

"Padahal di bantaran sungai itu kan memang ada ruang yang seharusnya tidak dibangun," ungkapnya.

Di tahun ini, jumlah bencana alam yang terjadi akibat musim penghujan juga mengalami peningkatan dibanding tahun kemarin. Sepanjang 2019, ia mengatakan, terdapat total 39 bencana yang terjadi di Kota Bandung terkait musim penghujan.

"Hingga September 2020 total ada 43 bencana. Ada peningkatan," ungkapnya.

Bencana yang mengalami peningkatan di antaranya adalah longsor dan kirmir roboh. Pada 2019, terdapat 7 bencana longsor, sementara tahun ini mencapai 19 peristiwa.

Untuk kasus kirmir roboh tahun ini mencapai 10 peristiwa, sementara tahun lalu nihil. Bencana lainnya yang juga terjadi di tahun ini adalah puting beliung dan pohon tumbang.

Editor: Fira Nursyabani

artikel terkait

dewanpers