web analytics
  

Kejari Tasikmalaya Bakar Uang Palsu Senilai Rp2,9 Miliar

Selasa, 27 Oktober 2020 12:04 WIB Irpan Wahab Muslim
Umum - Regional, Kejari Tasikmalaya Bakar Uang Palsu Senilai Rp2,9 Miliar, Uang palsu Tasikmalaya,peredaran uang palsu,Uang Palsu

Pembakaran barang bukti uang palsu di Kejari Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (27/10/2020). (Ayotasik.com/Irpan Wahab Muslim)

TASIKMALAYA, AYOBANDUNG.COM -- Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Tasikmalaya memusnahkan barang bukti uang palsu senilai Rp 2,9 miliar. Pemusnahan dilakukan di depan kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (27/10/2020).

Kepala Kejari Kabupaten Tasikmalaya M. Syarif mengatakan, uang palsu tersebut sangat rawan disalahgunakan.

Kejari akan terus mengintensifkan pengawasan bekerja sama dengan kepolisian dan TNI untuk menekan peredaran uang palsu. Terlebih saat ini Kabupaten Tasikmalaya sedang menggelar pesta demokrasi Pilkada serentak.

“Insyaallah tidak ada peredaran uang palsu dalam Pilkada, sampai detik ini laporan masuk atau perkara yang berjalan tidak ada. Kita akan intensifkan pengawasan, “ ucap Syarif.

Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan BI Tasikmalaya Nurtjipto mengatakan antisipasi peredaran uang, pihaknya selalu mengedukasi dan menyosialisasikan keaslian uang yang paling mudah yakni diterawang, dilihat, dan diraba.

“Seperti uang barusan sudah uang palsu dari sisi cetak dan justru cetakan halus untuk uang palsu," ucap Nurtjipto.

Menurut Nurtjipto, selama ini tidak ada temuan uang palsu di Pilkada Tasikmalaya, karena uangnya berasal dari luar wilayah Priangan timur. Jika ada masyarakat yang menerima uang palsu bisa melaporkan ke kepolisian dan bank.

Selain uang palsu, Kejari juga memusnahkan barang bukti lain dari 44 perkara yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap. Pemusnahan dilakukan bersama TNI/Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN), Lapas Tasikmalaya, MUI, BPOM Tasikmalaya dan Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk (DKPP).

Perkara lainnya yakni penganiayaan, pencurian, narkotika/sabu,  psikotropika dengan bukti 21.280 butir pil Hexymer dan minuman keras.

Selanjutnya ada 3 perkara asusila, 1 pemerasan, 2 pembunuhan, 2 senjata tajam, 1 penghasutan, 1 prostitusi, dan 1 pembakaran.

Editor: Fira Nursyabani
dewanpers