web analytics
  

Pelayanan Nasabah BRI Cimareme Terganggu Pencairan BPUM

Selasa, 27 Oktober 2020 11:42 WIB Redaksi AyoBandung.Com
Bandung Raya - Ngamprah, Pelayanan Nasabah BRI Cimareme Terganggu Pencairan BPUM, Bank BRI Bermasalah,pencairan BPUM,BRI Cimareme

Pelayanan nasabah Bank BRI cabang Cimareme, Kabupaten Bandung Barat (KBB), terganggu pencairan Bantuan bagi Pelaku Usaha Mikro (BPUM). (Ayobandung.com)

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM -- Pelayanan nasabah Bank BRI cabang Cimareme, Kabupaten Bandung Barat (KBB), terganggu lantaran bank plat merah ini sibuk memprioritaskan pencairan Bantuan bagi Pelaku Usaha Mikro (BPUM).

Tri Junari (38) salah seorang nasabah BRI Cimareme mengaku kecewa pelayanan costumer service dibatasi hanya 10 nasabah saja. Ia yang akan memperbaiki pin ATM dan mengaktifkan mobile banking selalu diminta kembali pulang oleh satpam bank.

"Saya sudah tiga kali datang mau perbaiki ATM dan aktifkan mobile banking, tapi selalu saja ada alasan tidak bisa," ungkap Tri di depan kantor BRI Cabang Cimareme, Selasa (27/10/2020). 

Menurutnya, pada Senin (26/10/2020) dirinya datang sekira jam 10.00 WIB, seperti biasa diterima satpam bank menanyakan keperluan. Saat dijelaskan satpam berkilah pelayanan costumer service dibatasi waktunya sehingga terpaksa kembali.

"Satpam bilang enggak bisa karena pelayanan buat nasabah dibatasi," katanya.

Tri pun kembali esok paginya, kali ini ia datang lebih pagi agar tidak melewati waktu yang ditentukan bank. Sayangnya, ia merasakan lagi hal sama. Satpam bank berkilah jika pelayanan costumer service dibatasi hanya 10 nasabah saja itupun antrean diambil sebelum bank buka.

"Yang saya sesalkan kok penjelasan satpam ini tidak menentu. katanya waktunya dibatasi, setelah saya datang tepat waktu dibilang antrean yang dibatasi," ujarnya.

Ia memahami jika bank milik pemerintah ini sedang sibuk menyalurkan BPUM kepada penerima. Namun alangkah bijaknya jika pihak Bank juga memberikan prioritas pada nasabah yang akan bertransaksi.

"Kesal saja saya mau perbaiki ATM untuk keperluan jadi tertunda, Bank harusnya juga beri prioritas nasabah biasa yang tidak menerima bantuan," ungkapnya.

Editor: Fira Nursyabani
dewanpers