web analytics

Adakah Kaitan Gempa Pangandaran dan Aktivitas Merapi?

clockSelasa, 27 Oktober 2020 06:52 WIB
Umum - Nasional, Adakah Kaitan Gempa Pangandaran dan Aktivitas Merapi?, gempa Pangandaran,Gunung Merapi,Gempa Terkini

[Ilustrasi] Adakah kaitan antara gempa Pangandaran magnitudo 5,5 pada Minggu (25/10/2020) dengan aktivitas Gunung Merapi yang masih tinggi dengan status waspada? (Republika/Wihdan Hidayat)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Adakah kaitan antara gempa Pangandaran magnitudo 5,5 pada Minggu (25/10/2020) dengan aktivitas Gunung Merapi yang masih tinggi dengan status waspada?

Deputi Bidang Geofisika Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dr Masturyono MSc menyampaikan jawabannya. Menurutnya, tidak ada kaitan antara gempa Pangandaran dan aktivitas Gunung Merapi.

Secara teknis, gempa di Pangandaran dan sekitarnya merupakan aktivitas tektonik yang berupa pergerakan antarlempeng. Sementara itu, di Merapi, sifatnya adalah vulkanik atau gempa yang dipicu oleh aktivitas gunung berapi. 

“Gempa di Pangandara adalah aktivitas tektonik berupa pergerakan lempeng Australia dan Eurasia, sementara Merapi adalah akibat vulkanis. Namun, keduanya sama-sama bisa mengakibatkan tsunami,” ujar dr Masturyono, seperti diberitakan Republika, Senin (26/10/2020). 

Gempa di Pangandaran terjadi tepatnya pada Minggu (25/10/2020) pukul 07.56 WIB.

Hasil analisis BMKG menunjukkan, gempa memiliki parameter update dengan magnitudo 5,5 dan episenter gempa terletak pada koordinat 8,2 LS dan 107,86 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 88 kilometer arah Barat Daya Kota Pangandaran, Jawa Barat, pada kedalaman 62 km. 

BMKG juga menyebutkan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya aktivitas subduksi.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik atau disebut dengan thrust fault.  

Guncangan gempa selain di Pangandaran dapat dirasakan di daerah Sukabumi, Tasikmalaya, serta Kuningan, Garut, Cilacap, Kebumen, Kutoarjo, Banyumas, Banjarnegara, Kulonprogo, Bantul, Gunung Kidul, dan Yogyakarta. Hasil permodelan menunjukkan bahwa gempa tidak berpotensi tsunami.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: M. Naufal Hafizh

terbaru

Kasus Covid-19 Indonesia Tembus 3,4 Juta Orang

Nasional Minggu, 1 Agustus 2021 | 18:17 WIB

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 melaporkan perkembangan terkini penambahan kasus pada Minggu 1 Agustus 2021. Pada kasus...

Umum - Nasional, Kasus Covid-19 Indonesia Tembus 3,4 Juta Orang, Kasus Covid-19 Indonesia,Update Covid-19 Indonesia,Pasien Positif Covid-19

Menlu : Mekanisme dose-sharing Vaksin Penting agar Dunia dapat Keluar...

Nasional Minggu, 1 Agustus 2021 | 16:42 WIB

Menlu : Mekanisme dose-sharing Vaksin Penting agar Dunia dapat Keluar dari Pandemi

Umum - Nasional, Menlu : Mekanisme dose-sharing Vaksin Penting agar Dunia dapat Keluar dari Pandemi , vaksin,COVID-19

Fungsi Bansos Disebut Lebih Mengarah pada Kepentingan Politik Kekuasaa...

Nasional Sabtu, 31 Juli 2021 | 16:35 WIB

Fungsi bantuan sosial (bansos) di Indonesia disebut lebih menguat pada kepentingan kekuasaan politik. Hal ini disampaika...

Umum - Nasional, Fungsi Bansos Disebut Lebih Mengarah pada Kepentingan Politik Kekuasaan, Bansos,Fungsi Bansos,Kepentingan Politik Kekuasaan,Kepentingan Politik Kekuasaan Bansos Covid-19,Fungsi bantuan sosial di Indonesia,Fungsi Bansos di Indonesia,Latar Belakang Bansos,Penyalahgunaan bansos di Indonesia

Pencairan Bansos di Daerah Bakal Dipermudah, Ada Syarat Baru?

Nasional Sabtu, 31 Juli 2021 | 14:35 WIB

Kementerian Keuangan menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 94/PMK.07/2021. Adapun aturan ini menjadi langka...

Umum - Nasional, Pencairan Bansos di Daerah Bakal Dipermudah, Ada Syarat Baru?, Pencairan Bansos,Pencairan Bansos Covid-19,Syarat Pencairan Bansos,Aturan Pencairan Bansos Covid-19

Analis politik 'Tantang' Jokowi Undang Para Mantan Presiden Cari Masuk...

Nasional Sabtu, 31 Juli 2021 | 13:24 WIB

Analis politik Hendri Satrio mendukung ide agar Presiden Joko Widodo mengundang para mantan presiden untuk mendapatkan m...

Umum - Nasional, Analis politik 'Tantang' Jokowi Undang Para Mantan Presiden Cari Masukan Penanganan Pandemi, Undangan mantan presiden,Presiden Joko Widodo,penanganan pandemi Covid-19,Jokowi,Tantangan untuk Jokowi,Tantangan Jokowi,konsolidasi nasional penanganan covid-19

Hari Ini, Google Doodle Tampilkan Sosok Penulis Sariamin Ismail

Nasional Sabtu, 31 Juli 2021 | 09:38 WIB

Jika Anda membuka laman utama Google hari ini, Anda akan disambut dengan Google Doodle yang menampilkan ilustrasi penuli...

Umum - Nasional, Hari Ini, Google Doodle Tampilkan Sosok Penulis Sariamin Ismail, Google Doodle,Google Doodle Hari Ini,penulis Sariamin Ismail,Sariamin Ismail,Sariamin Ismail adalah,peringatan ulang tahun Sariamin Ismail,Sosok Penulis Sariamin Ismail

Tekan Kematian, Masyarakat Terinfeksi Covid-19 Diminta segera Lapor Pu...

Nasional Sabtu, 31 Juli 2021 | 09:30 WIB

Pemerintah terus melaksanakan berbagai upaya komprehensif untuk menghadang penyebaran virus Covid-19, meningkatkan kesem...

Umum - Nasional, Tekan Kematian, Masyarakat Terinfeksi Covid-19 Diminta segera Lapor Puskesmas, Penyebaran virus Covid-19,Gejala Terinfeksi Covid-19,Tanda Terinfeksi Covid-19,angka kematian Covid-19 di Indonesia,bantuan masyarakat terjangkit Covid-19

Peneliti: Vaksin Nusantara Tak Praktis Dipakai Saat Pandemi Covid-19

Nasional Sabtu, 31 Juli 2021 | 09:07 WIB

Salah satu peneliti vaksin Covid-19 AstraZeneca, mahasiswa program doktor Oxford University asal Indonesia, Indra Rudian...

Umum - Nasional, Peneliti: Vaksin Nusantara Tak Praktis Dipakai Saat Pandemi Covid-19, vaksin nusantara,penelitian vaksin nusantara,pengembangan vaksin Nusantara,peneliti vaksin Covid-19 AstraZeneca,pembuatan vaksin Covid-19,pembuatan vaksin Covid-19 pembuatan vaksin Covid-19 Nusantara,pembuatan vaksin Covid-19 dalam negeri
dewanpers
arrow-up