web analytics
  

152 Ribu Rekening Gagal Dapat BLT, Kamu Termasuk? Ini Penyebabnya

Selasa, 27 Oktober 2020 06:28 WIB Icheiko Ramadhanty
Umum - Nasional, 152 Ribu Rekening Gagal Dapat BLT, Kamu Termasuk? Ini Penyebabnya, BLT Termin 1,BLT Termin 2,Pencairan BLT

[Ilustrasi] Jika tidak mendapatkan bantuan subsidi upah (BSU) atau bantuan langsung tunai (BLT) Rp1,2 juta termin 1, hal itu disebabkan karena adanya rekening penerima bantuan yang bermasalah seperti duplikasi, tutup, tidak valid, pasif, dibekukan, tidak sesuai nomor induk kependudukan (NIK). (Mohamad Trilaksono dari Pixabay )

Jika tidak mendapatkan bantuan subsidi upah (BSU) atau bantuan langsung tunai (BLT) Rp1,2 juta termin 1, hal itu disebabkan karena adanya rekening penerima bantuan yang bermasalah seperti duplikasi, tutup, tidak valid, pasif, dibekukan, tidak sesuai nomor induk kependudukan (NIK).

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM – BP Jamsostek telah menyerahkan 12,4 juta data valid pekerja formal bergaji di bawah Rp5 juta per bulan untuk menerima bantuan subsidi upah (BSU) atau bantuan langsung tunai (BLT). Namun, per 23 Oktober Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mencatat 152 ribu rekening tak dapat tersalurkan.

Direktur Jenderal (Dirjen) Kelembagaan dan Hubungan Industrial Kemnaker Aswansyah mengatakan, dana BLT atau BSU tidak dapat ditransfer kepada 152 ribu data rekening pekerja formal tersebut lantaran rekening tidak valid.

“Hingga batch (tahap) 6 terdapat rekening yang tidak dapat disalurkan sebanyak 152.220,” ujar Aswansyah dalam webinar Menuntaskan Penyaluran Bantuan Subsidi Upah, Senin (26/10/2020).

Aswansyah menjelaskan, berbagai kendala yang terjadi ketika melakukan penyaluran dana BLT atau BSU kepada bank penyalur Himbara (Himpunan Bank Milik Negara), yakni adanya rekening penerima bantuan yang bermasalah seperti duplikasi, tutup, tidak valid, pasif, dibekukan, tidak sesuai nomor induk kependudukan (NIK).

"Selain itu, data yang dikirim ke BP Jamsostek tidak lengkap," ujarnya.

Diketahui, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah mengatakan, penyaluran BLT atau BSU termin 1 akan dirampungkan hingga akhir bulan ini. Setelah itu, Kemnaker akan melakukan evaluasi penyaluran termin 1. Kemudian, pada akhir Oktober 2020 atau paling lambat awal November 2020 barulah penyaluran BLT atau BSU termin 2 cair ke rekening penerima.

Berdasarkan data Kemnaker per 19 Oktober 2020, BLT atau BSU untuk pekerja dan buruh formal termin 1 sudah disalurkan dengan komposisi sebagai berikut:

Tahap 1 sebanyak 2.485.687 penerima (99,43%)

Tahap 2sebanyak 2.981.531 penerima (99,38%)

Tahap 3 sebanyak 3.476.120 penerima (99,32%)

Tahap 4 sebanyak 2.620.665 penerima (94,09%);

Tahap 5 sebanyak 602.468 penerima (97,39%).

Berikut ini alur pencairan BLT atau BSU untuk pekerja dan buruh formal termin 1 yang disarikan dari penjelasan BP Jamsostek dan Kemnaker:

Pertama: Perusahaan melalui bagian yang mengurus sumber daya manusia (SDM) mendata pekerja yang terdaftar sebagai peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan dan memiliki gaji di bawah Rp5 juta per bulan. Bagian SDM atau human resources development (HRD) mengumpulkan nomor rekening para calon penerima.

Kedua: HRD mengirimkan data nomor rekening para calon penerima BLT pekerja kepada BP Jamsostek.

Ketiga: BPJS Ketenagakerjaan melakukan validasi terhadap rekening calon penerima BLT pekerja dalam tiga tahap.

Keempat: Setelah tiga tahapan validasi selesai, data nomor rekening calon penerima BLT untuk pekerja diserahkan kepada Kemnaker.

Kelima: Sesuai dengan petunjuk teknis penyaluran BLT untuk pekerja, Kemnaker memiliki kesempatan sampai 4 hari untuk melakukan checklist.

Keenam: Selesai checklist, dana nomor rekening calon penerima BLT pekerja diserahkan ke Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN).

Ketujuh: KPPN menyalurkan BLT kepada bank penyalur yakni bank yang masuk menjadi anggota Himpunan Bank-bank Milik Negara (Himbara).

Kedelapan: Bank Himbara lantas menyalurkan BSU ke rekening penerima secara langsung, baik itu rekening bank sesama bank Himbara, maupun rekening bank swasta termasuk BCA.

Dengan mengikuti alur tersebut, untuk para guru agama bukan PNS (honorer) sebagai calon penerima BLT Rp1,2 juta yang memiliki rekening bank swasta termasuk Bank BCA dipastikan membutuhkan waktu lebih panjang karena harus melalui transfer antarbank. Penjelasan tentang hal itu berulang kali disampaikan oleh Bank BCA melalui akun Twitter resmi mereka @HaloBCA dalam berbagai kesempatan.

Mengikuti alur pencairan BLT atau BSU untuk pekerja termin 1 itu, langkah di butir pertama  dan butir keenam tentu tidak diperlukan lagi. Prosesnya tinggal dari KPPN kepada Bank Himbara kemudian ditransfer ke rekening penerima yang memang sudah terdaftar di termin 1.

Editor: M. Naufal Hafizh

terbaru

Pemerintah Tegas Larang Mudik Lokal di Wilayah Aglomerasi, Ini Alasann...

Nasional Jumat, 7 Mei 2021 | 04:20 WIB

Pemerintah Tegas Larang Mudik Lokal di Wilayah Aglomerasi, Ini Alasannya

Umum - Nasional, Pemerintah Tegas Larang Mudik Lokal di Wilayah Aglomerasi, Ini Alasannya, mudik lokal,mudik lokal Bandung Raya,wilayah mudik lokal,mudik aglomerasi,mudik lokal dilarang,Larangan Mudik,Larangan Mudik 2021,mudik,COVID-19,Satgas Covid-19

Risiko Untung-Untungan Terobos Penyekatan Larangan Mudik

Nasional Kamis, 6 Mei 2021 | 19:35 WIB

Kepolisian telah menyiapkan 381 titik penyekatan untuk mencegah masyarakat melakukan mudik Lebaran 2021/Idul Fitri 1442...

Umum - Nasional, Risiko Untung-Untungan Terobos Penyekatan Larangan Mudik, Penyekatan larangan mudik,Kementerian Perhubungan,untung-untungan mudik Lebaran 2021,Kebijakan larangan mudik,kebijakan Larangan Mudik Lebaran 2021

Vaksinasi Mandiri Dikelola Swasta Ditunda, Ini Alasannya

Nasional Kamis, 6 Mei 2021 | 19:06 WIB

Program vaksinasi mandiri yang ditanggung perusahaan swasta ini batal digelar pada 9 Mei seperti rencana awal, tapi diun...

Umum - Nasional, Vaksinasi Mandiri Dikelola Swasta Ditunda, Ini Alasannya, Vaksinasi Mandiri,vaksin gotong royong,program vaksinasi mandiri,vaksin gotong royong gratis,Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM),program vaksin mandiri

Bandel, Travel Gelap Angkut Pemudik akan Ditahan

Nasional Kamis, 6 Mei 2021 | 19:00 WIB

Pemerintah akan secara ketat melakukan penyekatan di titik-titik strategis, terutama di perbatasan kota-kota besar.

Umum - Nasional, Bandel, Travel Gelap Angkut Pemudik akan Ditahan, Travel Gelap Angkut Pemudik,Travel Gelap Mudik,Travel Gelap,Travel gelap  penyedia jasa mudik,sanksi nekat mudik

Susul Sunda Empire dan Nusantara, Kini Ada Sunda Archipelago Serta Atl...

Nasional Kamis, 6 Mei 2021 | 17:27 WIB

Heboh kemunculan Negara Kekaisaran Sunda Nusantara setelah salah satu petingginya terkena razia di Gerbang Tol Cawang, J...

Umum - Nasional, Susul Sunda Empire dan Nusantara, Kini Ada Sunda Archipelago Serta Atlantik, Negara Kekaisaran Sunda Nusantara,Kerajaan Sunda Empire,Sunda Nusantara,entitas Sunda,warga Negara Kekaisaran Sunda

Pasien Covid-19 Indonesia Naik 5.647 Kasus di Hari Pertama Larangan Mu...

Nasional Kamis, 6 Mei 2021 | 16:43 WIB

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mengumumkan pasien positif COVID-19 di Indonesia kembali bertambah sebanyak 5.647 orang...

Umum - Nasional, Pasien Covid-19 Indonesia Naik 5.647 Kasus di Hari Pertama Larangan Mudik, pasien positif COVID-19 di Indonesia,Pasien Covid-19 Indonesia,Hari Pertama Larangan Mudik,Hari Pertama Larangan Mudik Lebaran,Satuan Tugas Penanganan Covid-19

Polisi Periksa Kejiwaan Pengemudi Pajero Kekaisaran Sunda

Nasional Kamis, 6 Mei 2021 | 15:54 WIB

Polisi Periksa Kejiwaan Pengemudi Pajero Kekaisaran Sunda

Umum - Nasional, Polisi Periksa Kejiwaan Pengemudi Pajero Kekaisaran Sunda, Negara Kekaisaran Sunda Nusantara,plat nomor Kekaisaran Sunda,STNK kekaisaran Sunda,SIM kekaisaran Sunda,kekaisaran sunda nusantara

Pemerintah Andalkan Vaksinasi untuk Bangkitkan Ekonomi RI

Nasional Kamis, 6 Mei 2021 | 15:35 WIB

Pemerintah mengaku memiliki 'Pekerjaan Rumah' besar untuk bisa membangkitkan perekonomian nasional setelah terpuruk akib...

Umum - Nasional, Pemerintah Andalkan Vaksinasi untuk Bangkitkan Ekonomi RI, Vaksinasi untuk Bangkitkan Ekonomi RI,perekonomian nasional,Pandemi virus corona Covid-19,Program vaksinasi,pemulihan ekonomi nasional,target kekebalan kelompok,Herd Immunity
dewanpers