web analytics
  

PERSIB HARI INI: Gol Vlado Bawa Persib ke Semifinal ISL 2014

Senin, 26 Oktober 2020 10:31 WIB Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Persib - Maung Bandung, PERSIB HARI INI: Gol Vlado Bawa Persib ke Semifinal ISL 2014, Vladimir Vujovic,Sejarah Persib,PERSIB HARI INI,Indonesia Super League (ISL)

Vladimir Vujovic saat berduel dengan pemain Persija. (Ayobandung.com)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Enam tahun lalu, tepatnya 26 Oktober 2014, Persib Bandung mengukir sejarah karena menjadi tim pertama yang lolos ke semifinal Indonesia Super League (ISL) 2014. Persib melaju usai menumbangkan Mitra Kukar 2-1 di Stadion Si Jalak Harupat Kabupaten Bandung, Minggu (26/10/2014). 

Dalam laga itu, Vladimir Vujovic menjadi pahlawan Persib karena mencetak gol penentu di injury time.

Kemenangan Persib tidak didapatkan dengan mudah. Padalah, sejak menit 69, Mitra Kukar bermain 10 orang usai Zulchrizal Abdul Gamal diusir wasit. 

Sepanjang babak pertama, Persib kesulitan mencetak gol. Persib malah tertinggal lebih dulu oleh gol mantan pemainnya, Herman Dzumafo Epandi, menit 66.

Beruntung, 6 menit berselang, Persib menyamakan kedudukan dengan gol Firman Utina.

Drama terjadi saat laga memasuki menit 93. Tendangan sudut Supardi Nasir yang sempat dihalau bek Mitra Kukar justru mengarah kepada Vujovic.

Vlado langsung menjebol gawang kiper Mitra Kukar Dian Agus Prasetyo.

Kemenangan tersebut membuat Persib kokoh di puncak klasemen sementara Grup L.  Persib mengantongi poin 13, hasil 4 kali menang dan sekali imbang. 

Dalam pertandingan tersebut, Pelatih Persib Djadjang Nurdjaman menurunkan komposisi tim: I Made Wirawan; Vladimir Vujovic, Tony Sucipto, Achmad Jufriyanto, Supardi Nasir Bujang; Atep/Muhammad Ridwan (61), Taufiq/Hariono (80), Konate Makan, Firman Utina/Muhammad Agung Pribadi (87); Ferdinand Alfred Sinaga, Tantan.

Sementara itu, pelatih Mitra Kukar Stefan Hansson memainkan Dian Agus Prasetyo; Zulkifli Syukur, Zulchrizal Abdul Gamal, Dedi Gusmawan, Reinaldo Lobo; Raphael Maitimo, Bima Sakti, Erick Weeks Lewis; Zulham Malik Zamrun/Hendra Ridwan (92), Anindito Wahyu Erminarno/Gunawan Dwi Cahyo (77), Herman Dzumafo Epandi.

Babak Fase Grup

Persib tidak mengawali musim 2014 dengan baik. Performa Persib di kompetisi dengan format 2 wilayah itu naik-turun. Terbukti di laga perdana wilayah Barat melawan Sriwijaya FC (1-0) dan Persita Tangerang (2-1), skuat Pangeran Biru harus menang melalui titik penalti yang dieksekusi Makan Konate.

Di laga ketiganya melawan Persijap Jepara, Persib bahkan gagal meraih poin penuh setelah ditahan imbang 1-1. Padahal Laskar Kalinyamat ini kualitasnya jauh di bawah Persib.

Di laga keempat, pelatih Djadjang Nurdjaman tetap memasukan nama Djibril Coulibaly yang hampir terdepak karena punya cedera kambuhan. Namun hasilnya di luar dugaan, Persib membantai Persik Kediri 3-0 di Stadion Brawijaya dan Djibril mencatatkan namanya di papan skor.

Namun, di laga kelima, Persib dipermalukan Semen Padang di kandangnya sendiri. Kecerdasan Jafri Sastra dan kepiawaian Fakhrurrazi di bawah mistar gawang membuat Persib menyerah 1-2.

Ini merupakan kekalahan pertamanya dalam menjalani fase grup di wilayah Barat. Total Persib mengalami empat kali kekalahan dari 20 pertandingan yang dijalani. Sisanya 11 kali menang dan 5 kali seri.

Hasil ini membuat Persib finis di peringkat dua klasemen akhir wilayah Barat dengan perolehan 41 poin atau lima poin di bawah Arema FC yang berada di puncak klasemen.

Delapan Besar

Di babak delapan besar, perjalanan Persib bisa dibilang mulus. Persib yang berada satu grup dengan Persebaya Surabaya, Mitra Kukar, dan PBR tak menemui kesulitan.

Di laga perdananya, Persib berhasil mengalahkan PBR, 1-0. Lalu menang 3-2 atas Mitra Kukar, dan imbang 1-1 saat bertandang ke markas Persebaya Surabaya.

Di leg kedua babak delapan besar, Persib kembali tampil impresif dengan mengalahkan Persebaya Surabaya 3-1, Mitra Kukar 2-1. Namun di laga terakhirnya, Persib kalah dari PBR 2-1.

Meski mengalami kekalahan, Persib tetap lolos ke babak semifinal karena jumlah poin yang tak mampu dikejar para pesaingnya.

Editor: M. Naufal Hafizh
dewanpers