web analytics
  

Sudah Banyak Korban, BBKSDA Harus Buat Rencana Aksi Selamatkan Macan Tutul

Senin, 26 Oktober 2020 20:11 WIB Mildan Abdalloh
Bandung Raya - Soreang, Sudah Banyak Korban, BBKSDA Harus Buat Rencana Aksi Selamatkan Macan Tutul, Macan Tutul,Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA)

Macan Tutul. (Pixabay)

RANCABALI, AYOBANDUNG.COM -- Kematian macan tutul akibat konflik dengan manusia bukan pertama kali terjadi di Kabupaten Bandung, sehingga Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam harus membuat rencana aksi untuk meminimalisir korban selanjutnya.

Ketua Badan Pertimbangan Forum Komunikasi Kader Konservasi Indonesia (FK3I) Jawa Barat, Dedi Kurniawan, mengatakan dalam beberapa tahun terakhir, sering terjadi konflik antara macan tutul dengan manusia, seperti yang terjadi di Pangalengan yang mana seekor macan tutul ditemukan mati dalam keadaan mulut berbusa di perkebunan warga.

Selain itu beberapa waktu lalu masyarakat di Kecamatan Soreang menembak macan tutul dengan senapan angin dan membuatnya mati.

"Sering terjadi, bukan hanya di Kabupaten Bandung tapi di seluruh Jawa Barat. Makanya BBKSDA harus membuat recana aksi penanganan konflik satwa liar," tutur Dedi, Senin (26/10/2020).

BBKSDA memang tidak bisa berjalan sendiri, namun diperlukan kerjasama dengan stake holder lain untuk memberi pemahaman kepada masyarakat yang berkonflik dengan satwa liar dilindungi seperti macan tutul.

"Jika tidak ada rencana aksi atau mitigasi, konflik seperti tadi akan terus terjadi," katanya.

Terlebih satwa liar dilindungi seperti macan tutul memiliki nilai yang tinggi baik dari kulit maupun taringnya, sehingga konflik yang terjadi bukan hanya karena macan turun gunung untuk mencari makanan saat hutan paceklik, namun bisa terjadi unsur kesengajaan seperti manusia yang sengaja memburunya untuk diambil kulit atau taringnya.
 

Editor: Dadi Haryadi
dewanpers