web analytics
  

Positivity Rate Covid-19 Jabar Tiga Kali Lebih Tinggi dari Standar WHO

Senin, 26 Oktober 2020 17:02 WIB Nur Khansa Ranawati
Umum - Regional, Positivity Rate Covid-19 Jabar Tiga Kali Lebih Tinggi dari Standar WHO, Covid-19 Jawa Barat,Pasien sembuh Covid-19 Jawa Barat,Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil

Rapid test Covid-19 di Jabar. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengumumkan angka persentase positif atau positivity rate Covid-19 di Jabar minggu ini. Hasilnya menunjukan Jabar memilki persentase yang tinggi, yakni 17%.

Angka tersebut tiga kali lipat lebih tinggi dari batas maksimal persentase yang ditetapkan WHO, yakni 5%. Hal tersebut secara umum memberi gambaran bahwa kasus Covid-19 di Jabar masih 'under reporting' atau masih banyak kasus positif yang belum terdeteksi.

"Positivity rate di setiap 100% pengetesan PCR di Jabar ada di angka 17%. Ini memang masih jauh, idealnya di 5% menurut WHO," ungkap Emil, sapaan Ridwan Kamil dalam konferensi pers yang digelar secara daring, Senin (26/10/2020).

Bila merujuk pada pengertian yang dipaparkan John Hopkins Bloomberg School of Public Health melalui laman resmi-nya, angka positivity rate dihitung dari jumlah kasus positif dibagi jumlah tes PCR yang dilakukan, dan dikali 100%.

Angka ini dapat menjadi rujukan untuk mengetahui seberapa tinggi level transmisi lokal kasus Covid-19 di suatu daerah, dan apakah daerah tersebut sudah melakukan pengetesan yang memadai.

"Persentase-nya akan tinggi apabila jumlah kasus positif dari sebuah pengetesan terlalu tinggi, atau bila total jumlah pengetesan yang dilakukan masih terlalu rendah," tulis keterangan kampus Johns Hopkins dalam laman jhsph.edu yang dilansir Senin (26/10/2020).

"Persentase yang tinggi mengindikasikan bahwa ada transmisi penularan yang tinggi dan terdapat banyak orang dalam lingkungan tersebut yang belum dites," tulis keterangan tersebut.

Johns Hopkins menyebutkan, sebagai ukuran, persentase positivity rate disebut terlalu tinggi apabila melampaui 5%. Pada Mei 2020, WHO menyarankan sebuah daerah untuk menjaga positivity rate mereka berada di bawah 5% setidaknya selama dua minggu berturut-turut sebelum pemerintah melakukan relaksasi kegiatan warga.

"Persentase yang tinggi menunjukan bahwa pengetesan yang lebih banyak harus dilakukan, dan hal tersebut menunjukan bahwa bukan saat yang tepat untuk daerah yang bersangkutan melakukan relaksasi," tulisnya.

Hingga hari ini, total terdapat 533.440 pengetesan PCR yang telah dilakukan di Jabar. Hasilnya menunjukan 51.061 spesimen positif, dan 477.910 spesimen negatif.

Angka kasus positif Covid-19 juga masih terus mengalami peningkatan. Hingga hari ini pukul 16.00, tercatat ada 34.355 kasus positif kumulatif di Jabar, meningkat 431 kasus dibanding kemarin. 

Editor: Fira Nursyabani

artikel terkait

dewanpers