web analytics
  

Pustaka Angkot Belum Bayar Cicilan, Angkotnya Terancam Disita

Senin, 26 Oktober 2020 13:36 WIB Dudung Ridwan
Bandung Raya - Soreang, Pustaka Angkot Belum Bayar Cicilan, Angkotnya Terancam Disita, Angkot Pustaka Bergerak,Perpustakaan di Angkot,Pejuang Literasi

Pian Sopian di depan Angkot Pustakanya (Dudung Ridwan/Ayobandung.com)

AYOBANDUNG.COM -- Masih ingat berita “Angkot Pustaka Bergerak” yang sempat viral dua tahun yang lalu? Ada satu angkot Soreang-Leuwipanjang yang di dalam angkotnya menyediakan buku-buku bacaan untuk dibaca oleh para penumpangnya.

Hingga kini, usaha mencerdaskan bangsa yang dijalankan pejuang literasi Pian Sopian (40) dan Istrinya Elis Ratna Suminar (35) penduduk kampung Nagrak Desa Jatisari Kabupaten Bandung itu masih berjalan. Tetapi, sejak adanya pandemi Covid-19, usaha angkot Pian Sopian seret. Penumpang sepi. Pemasukan cuma cukup buat makan. “Dapat seratus ribu kotor pun sudah bagus. Tapi, rata-rata paling cuma dapat 50-60 ribu per hari. Untuk cicilan angkot dan onderdil tidak ada,” keluh Sopian ketika diwawancara Ayobandung.com di Soreang, Senin, 26 oktober 2020.

Pian Sopian dengan istrinya Elis Ratna Suminar sejak 2016 berjuang di bidang literasi. Sebelumnya, usaha Pian adalah tani. Sementara, istrinya adalah seorang ibu rumah tangga lulusan jurusan pustakawan Universitas Terbuka. Istri Pian lebih dulu aktif di bidang literasi. Saat itu Pian dan istri bermimpi jika kelak punya angkot, di angkotnya akan disediakan buku-buku untuk bacaan para penumpangnya.

Mimpi Pian dan istri terkabul. Pertengahan tahun 2016, atas bantuan uang muka dari rekanan istrinya, mereka berhasil mencicil sebuah angkot. Lalu mimpi keduanya diwujudkan. Di angkotnya disediakan rak buku tempat buku-buku. Dipajanglah buku-buku koleksi pribadinya agar para penumpang angkotnya tidak jenuh selama berada di dalam angkot. Dan itu gratis, Pian tak memungut uang sepeser pun. Sementara istrinya, Elis di rumahnya juga membuka perpustakaan tapi belum dibuka untuk umum.

Sejak beritanya viral dua tahun lalu, sumbangan buku dari mana-mana datang. Undangan wawancara juga datang dari mana-mana. Dari wawancara di stasiun tv, hingga bantuan uang dari Presiden Jokowi. Tetapi, masalah timbul setelah adanya pandemi Covid-19 ini. Usaha Pian tidak semulus seperti biasanya. Pemasukkan seret. Sementara kebutuhan untuk sehari-hari tak bisa dihindari. Terutama untuk membayar cicilan angkotnya yang cuma 6 kali lagi. “Sebenarnya saya sudah dapat penangguhan pembayaran selama 6 bulan. Namun, sekarang sudah habis masa penangguhannya. Dari pihak leasing terus menagih, angkot saya terancam disita,” keluh Pian.

Pian berharap ada donatur budiman yang memberinya pinjaman. “Biar saya bisa mencicilnya lebih ringan. Dengan demikian, saya bisa meneruskan mencerdaskan paling tidak untu penumpang di dalam angkot,” katanya.

Editor: Dudung Ridwan
dewanpers