web analytics
  

65 Rumah di Ciamis Rusak Akibat Gempa Pangandaran

Senin, 26 Oktober 2020 13:15 WIB
Umum - Regional, 65 Rumah di Ciamis Rusak Akibat Gempa Pangandaran, gempa pangandaran bmkg,dampak gempa pangandaran,gempa Pangandaran,Rumah rusak Ciamis

Kondisi sisa-sisa rumah warga yang rusak akibat gempa di Kelurahan Linggasari, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis, Senin (26/10/2020). (Republika/Bayu Adji P)

CIAMIS, AYOBANDUNG.COM -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis mencatat jumlah kerusakan bangunan akibat gempa yang terjadi pada Minggu (25/10/2020) terus bertambah.

Berdasarkan data terakhir hingga Minggu malam, total bangunan rusak akibat gempa berjumlah 65 unit. 

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Ciamis, Memet Hikmat mengatakan, jumlah kerusakan bangunan mengalami penambahan dari laporan awal.

Awalnya, BPBD menerima informasi kerusakan bangunan hanya 13 unit. Setelah dilakukan pendataan langsung ke lapangan, jumlah kerusakan bangunan meningkat menjadi 65 unit.

"Sekarang ada 65 kejadian di 10 kecamatan," kata dia, Senin (26/10/2020).

Ia menyebutkan, 10 kecamatan yang terdampak gempa itu adalah Lakbok, Banjarsari, Purwadadi, Pamarican, Ciamis, Tambaksari, Sadananya, Cimaragas, Banjaranyar, dan Baregbeg. Wilayah kecamatan yang paling parah adalah Pamarican dan Purwadari. 

Berdasarkan data BPBD, di Kecamatan Pamarican terdapat 38 unit rumah yang rusak. Sementara di Kecamatan Purwadadi terdapat 12 unit rumah yang rusak akibat gempa bumi.

Memet menilai, secara umum kerusakan yang terjadi dalam kategori ringan hingga sedang. Namun, terdapat beberapa rumah yang rusak berat. 

Berdasarkan pantauan Republika.co.id di Kelurahan Linggsari, Kecamatan Ciamis, satu rumah warga rumah yang rusak berat. Kondisi rumah itu sudah dibongkar oleh warga sekitar karena tak bisa lagi ditempati. Penghuni rumah itu sementara diungsikan ke rumah keluarganya. 

Memet menambahkan, pihaknya telah menyalurkan bantuan logistik untuk para korban gempa yang rumahnya mengalami kerusakan. Saat ini, petugas di lapangan masih terus melakukan pendataan bangunan rumah rusak akibat gempa. 

"Mudah-mudahan tak bertambah," kata dia.

Sebelumnya, gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 5,6 terjadi di wilayah Samudera Hindia selatan Jawa, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 88 km arah barat daya Kabupaten Pangandaran, pada Minggu sekira pukul 07.56 WIB. Gempa itu berpusat di laut pada kedalaman 62 km.

Selain di Pangandaran, guncangan gempa juga terasa hingga Ciamis, Tasikmalaya, Garut, hingga Bandung. Beberapa daerah itu juga melaporkan adanya kerusakan bangunan akibat gempa tersebut.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Fira Nursyabani
dewanpers