web analytics
  

Wawalkot Tasikmalaya Jawab Kabar Perpecahan ASN Usai Budi Budiman Ditangkap

Senin, 26 Oktober 2020 12:53 WIB Heru Rukanda
Umum - Regional, Wawalkot Tasikmalaya Jawab Kabar Perpecahan ASN Usai Budi Budiman Ditangkap, Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman,Wali Kota Tasikmalaya tersangka,Korupsi wali kota Tasikmalaya,KPK Wali Kota Tasik,Wali Kota Tasik KPK,Budi Budiman tersangka korupsi

Wakil Wali Kota Tasikmalaya Muhammad Yusuf saat memberikan keterangan pers terkait sikap Pemkot Tasik soal penahanan Wali Kota Tasikmalaya BBD di Bale Kota, Senin (26/10/2020). (Ayotasik.com/Heru Rukanda)

TASIKMALAYA, AYOBANDUNG.COM -- Setelah penahanan Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman oleh KPK terkait kasus dugaan suap Dana Alokasi Khusus (DAK) Kota Tasikmalaya tahun 2018, Jumat (23/10/2020), aktivitas di Pemerintahan Kota (Pemkot) Tasikmalaya terpantau berjalan seperti biasanya.

Para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Tasikmalaya nampak berdatangan ke Bale Kota seolah tidak ada sesuatu yang menimpa wali kotanya, Senin (26/10/2020).

Terkait dengan kabar ASN yang terpecah setelah penahanan Budi, Wakil Wali Kota Tasikmalaya Muhammad Yusuf memastikan kabar tersebut tidak benar.

"ASN di bawah komando Pak Sekda tetap solid dan kabar itu hanya rumor," ungkap Yusuf,  kepada wartawan, Senin (26/10/2020).

Menyikapi penahanan Budi Budiman oleh KPK, Yusuf mengatakan, secara pribadi dia merasa prihatin.

"Saya turut prihatin dan semoga beliau bersama keluarga diberikan kekuatan, kesabaran, dan ketabahan dalam menghadapinya. Sebagai warga negara yang baik, kita harus menghormati proses hukumnya," ujar Yusuf.

Menurut Yusuf, manusia tentunya tidak luput dari kesalahan termasuk wali kota. Saat ini yang terpenting, kata dia, adalah mengambil hikmah dan mengoreksi serta memperbaiki segala kesalahan.

Selain itu, Yusuf menjamin roda pemerintahan tetap berjalan dengan baik untuk melayani masyarakat. Pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan provinsi serta DPRD dalam menentukan langkah ke depan.

"Saya meminta para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) untuk tetap menjalankan tugas dengan sungguh-sungguh, terlebih pada saat program pembangunan sedang berjalan menjelang akhir tahun anggaran serta penanganan Covid-19," ujar Yusuf.

Yusuf menyakini, dengan kesungguhan dan dedikasi yang tinggi, semua permasalahan dan tantangan ini bisa diselesaikan dengan baik.

Yusuf menambahkan, kendati sudah ada radiogram dari Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil tentang wewenang dan tanggung jawab wali kota dialih tugaskan ke dirinya, tetapi secara detail ia mengaku belum mengetahui.

"Saya belum tahu seperti apa. Saya akan kirim surat ke gubernur untuk masalah ini. Kita tunggu saja kabar dari gubernur apakah sebagai plt atau apa," ujar Yusuf.

Editor: Fira Nursyabani
dewanpers