web analytics
  

Menaker Bocorkan Jadwal Pencairan BLT Termin 2! Cek Alurnya

Senin, 26 Oktober 2020 09:21 WIB Redaksi AyoBandung.Com
Umum - Nasional, Menaker Bocorkan Jadwal Pencairan BLT Termin 2! Cek Alurnya, BLT Termin 2,Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah

[Ilustrasi] Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah membocorkan jadwal pencairan bantuan subsidi upah (BSU) atau bantuan langsung tunai (BLT), yakni akhir Oktober atau awal November 2020. (Pixabay)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah membocorkan jadwal pencairan bantuan subsidi upah (BSU) atau bantuan langsung tunai (BLT), yakni akhir Oktober atau awal November 2020.

Para pekerja formal bergaji di bawah Rp5juta per bulan yang telah menerima BSU atau BLT Rp1,2 juta dari Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker) pada termin 1 dipastikan menerima kembali bantuan tersebut pada termin 2.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah, dikutip pada laman resmi Sekretariat Kabinet, mengatakan, apabila penyaluran BLT atau BSU pada termin 1 rampung 100%, Kemnaker akan melakukan evaluasi terlebih dahulu sebelum pembayaran termin 2 yang paling lambat disalurkan pada awal bulan depan.

“Kami targetkan termin II mulai disalurkan pada akhir Oktober 2020 atau paling lambat penyalurannya akan dimulai awal November 2020,” ujar Ida dilansir setkab.go.id, Rabu (14/10/2020).

Penyaluran dana BLT atau BSU Rp600 ribu per bulan disalurkan dalam dua termin dengan jumlah bantuan masing-masing termin senilai Rp1,2 juta, sehingga total yang diterima adalah Rp2,4 juta.

Total anggaran BLT atau BSU pekerja formal ini awalnya Rp37,7 triliun yang ditargetkan bagi 15,7 juta pekerja. Namun, hingga batas akhir penyerahan data oleh BPJS Ketenagakerjaan atau BPJamsostek, totalnya hanya mencapai 12,27 juta pekerja.

Untuk memahami bagaimana gambaran pencairan dana BLT atau BSU sebelum sampai ke rekening kalian, berikut rincian alur yang disarikan dari penjelasan Kemnaker:

1. Perusahaan melalui bagian yang mengurus sumber daya manusia (SDM) mendata pekerja yang erdaftar sebagai peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan, sekarang disebut BPJamsostek, dan memiliki gaji di bawah Rp5 juta per bulan. Bagian SDM atau human resources development (HRD) mengumpulkan nomor rekening para calon penerima.

2. HRD mengirimkan data nomor rekening para calon penerima BLT pekerja kepada BPJamsostek.

3. BPJS Ketenagakerjaan melakukan validasi terhadap rekening calon penerima BLT pekerja dalam tiga tahap.

4. Setelah tiga tahapan validasi selesai, data nomor rekening calon penerima BLT untuk pekerja diserahkan kepada Kementerian Ketenagakerjaan.

5. Sesuai dengan petunjuk teknis penyaluran BLT untuk pekerja, Kemnaker memiliki kesempatan sampai empat hari untuk melalukan check list.

6. Selesai checklist, dana nomor rekening calon penerima BLT pekerja diserahkan ke Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN).

7. KPPN menyalurkan BLT kepada bank penyalur yakni bank yang masuk menjadi anggota Himpunan Bank-bank Milik Negara (Himbara).

8. Bank Himbara lantas menyalurkan BSU ke rekening penerima secara langsung, baik itu rekening bank sesama bank Himbara, maupun rekening bank swasta termasuk BCA.

Dengan mengikuti alur tersebut, untuk calon penerima BLT atau BSU tahap 5 yang memiliki rekening bank swasta termasuk Bank BCA dipastikan membutuhkan waktu lebih panjang karena harus melalui transfer antarbank. 

Editor: M. Naufal Hafizh
dewanpers