web analytics
  

Memahami Perbedaan Rematik dan Asam Urat, Biar Tidak Salah Obat

Senin, 26 Oktober 2020 08:06 WIB Andres Fatubun
Gaya Hidup - Sehat, Memahami Perbedaan Rematik dan Asam Urat, Biar Tidak Salah Obat, Asam urat,Rematik,Obat asam urat,Obat rematik

Ilustrasi sakit persendian. (Gundula Vogel/Pixabay )

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Rematik dan asam urat memang sama-sama menyebabkan rasa nyeri, bengkak, dan kemerahan pada sendi. Tetapu, disitat dari alodokter, keduanya tidaklah sama.

Banyak orang yang menyangka bahwa dirinya mengalami rematik, padahal sebenarnya ia mengalami asam urat dan begitu pula sebaliknya. Kedua kondisi ini memang terlihat serupa, namun memiliki penyebab dan penanganan yang berbeda.

Beragam Perbedaan Rematik dan Asam Urat
Secara klinis, perbedaan antara rematik dan asam urat adalah lokasi peradangan yang terjadi. Penyakit asam urat terjadi ketika kadar asam urat dalam tubuh berlebih dan mengendap di sendi, tulang, serta jaringan tubuh.

Nyeri pada asam urat biasanya muncul secara mendadak dan dirasakan pada jari-jari atau persendian kaki, baik di salah satu atau kedua kaki

Sementara itu, rematik atau rheumatoid arthritis yang disebabkan oleh peradangan kronis umumnya menimbulkan nyeri pada sendi di kedua sisi tubuh dan disertai dengan kekakuan sendi

Rematik juga terkadang ditandai dengan pembengkakan, kemerahan, dan sensasi panas pada area tubuh yang nyeri. Namun, gejala tersebut juga bisa ditemukan pada penderita asam urat.

Perbedaan penyebab
Rematik merupakan penyakit autoimun yang umumnya disebabkan oleh faktor genetik. Sejauh ini pemicu munculnya gejala rematik belum diketahui secara pasti, namun diduga berhubungan dengan infeksi virus dan kebiasaan merokok.

Sementara itu, asam urat sering kali disebabkan oleh terlalu banyak mengonsumsi makanan tinggi kadar purin, seperti daging, jeroan, ikan, kerang, roti gandum, dan sereal.

Perbedaan faktor risiko
Rematik dapat menyerang kelompok usia muda maupun tua. Namun, penyakit ini lebih banyak ditemukan pada kelompok lanjut usia (lansia) di atas 60 tahun. Rematik juga lebih banyak ditemukan pada wanita dibandingkan pria.

Sementara itu, asam urat lebih banyak ditemukan pada kelompok usia dewasa muda dengan berat badan berlebih dan lebih sering terjadi pada pria. Kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol atau makanan dengan pemanis tambahan juga dapat meningkatkan risiko terkena asam urat.

Perbedaan cara pengobatan
Perlu diketahui bahwa hingga saat ini, belum ada pengobatan yang efektif untuk menyembuhkan kondisi rematik. Langkah pengobatan yang dilakukan umumnya hanya untuk meredakan gejala yang muncul.

Obat-obatan seperti antirematik, antinyeri, dan kortikosteroid akan diberikan oleh dokter, namun pengobatan tersebut perlu disesuaikan dengan tingkat keparahan rematik yang diderita.

Untuk kondisi asam urat, pengobatan bisa dengan obat-obatan seperti colchicine, obat antiinflamasi nonsteroid, dan kortikosteroid. Agar kadar asam urat dalam tubuh tidak terlalu tinggi, dokter juga akan memberikan obat penurun asam urat seperti allopurinol dan menyarankan Anda untuk membatasi asupan makanan tinggi purin dan alkohol.

Penyakit asam urat dan rematik terkadang bisa mirip satu sama lain. Namun, pada dasarnya, kedua kondisi tersebut disebabkan oleh hal yang berbeda. Oleh karena itu, sebaiknya konsultasikan ke dokter agar penanganan dan pengobatan dapat dilakukan secara tepat.

Cara Mencegah Rematik dan Asam Urat
Secara umum, cara mencegah rematik dan asam urat yang efektif adalah menjalani gaya hidup yang lebih sehat dengan rutin berolahraga, serta berhenti merokok dan mengosumsi minuman beralkohol.

Selain itu, beberapa cara yang juga dapat dilakukan untuk mencegah rematik dan asam urat adalah sebagai berikut:

Menerapkan pola makan sehat
Anda bisa melakukan diet sehat agar tidak memicu gejala rematik dan asam urat kembali terulang. Menjalani pola makan sehat bisa dilakukan dengan menjauhi minuman beralkohol, membatasi konsumsi daging, serta mengurangi makanan tinggi purin, terutama bagi penderita asam urat.

Menjaga berat badan ideal
Berat badan berlebih atau obesitas bisa menjadi faktor risiko asam urat dan rematik. Oleh karena itu, mempertahankan berat badan yang ideal melalui pola makan sehat dan olahraga teratur dapat mencegah munculnya gejala.

Membatasi paparan polutan lingkungan
Terdapat penelitian yang menyatakan bahwa paparan polusi lingkungan dapat meningkatkan risiko rematik. Jika pekerjaan Anda berisiko tinggi terpapar bahan kimia berbahaya, pastikan untuk memakai alat pelindung diri yang tepat saat bekerja.

Gambaran gejala pada kedua penyakit ini terkadang mirip satu sama lain. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk mengenali apa saja perbedaan rematik dan asam urat.

Jangan ragu berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan kondisi yang Anda alami, mengingat adanya perbedaan antara rematik dan asam urat, termasuk cara pengobatannya.

Editor: Andres Fatubun
dewanpers