web analytics
  

Operasi Zebra Dimulai Hari Ini, Ini 7 Pelanggaran yang Ditilang

Senin, 26 Oktober 2020 06:12 WIB Fichri Hakiim
Bandung Raya - Bandung, Operasi Zebra Dimulai Hari Ini, Ini 7 Pelanggaran yang Ditilang, Operasi Zebra Lodaya 2020,Operasi Zebra,Bnadung Hari Ini

[Ilustrasi] Razia kendaraan dalam Operasi Zebra Lodaya 2020 di Kota Bandung. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM -- Satlantas Polrestabes Bandung akan melaksanakan Operasi Zebra Lodaya 2020 mulai hari ini, Senin (26/10/2020) hingga Minggu (8/11/2020).

Anda harus mengenali dan menerapkan 7 hal agar tidak ditilang saat Operasi Zebra Lodaya 2020 ini. 

Kasatlantas Polrestabes Bandung Kompol M. Rano Hadiyanto mengatakan, nantinya sebanyak 160 personel akan dikerahkan pada giat operasi tersebut. 

"Nanti akan ada sebanyak 160 personel yang bertugas," ujarnya, Kamis (22/10/2020).

Tujuan dilaksanakannya operasi ini adalah untuk meningkatkan keamanan dan ketertiban serta kelancaran dalam berlalu lintas. Di samping itu juga untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas.

"Mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas. Kemudian, menekan tingkat penyebaran Covid-19 dengan tetap mengutamakan protokol kesehatan, guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19," katanya.

Rano menjelaskan, operasi ini menitikberatkan pada 7 poin pelanggaran.

"Pelanggaran yang dimaksud di antaranya kendaraan yang melawan arus, pengendara yang tidak menggunakan helm, menerobos palang pintu kereta api, berhenti melebihi garis marka, pengemudi berkendara di bawah umur, melebihi kecepatan, dan tidak mematuhi rambu lalu lintas," kata Rano.

Pada operasi kali ini, petugas kepolisian akan fokus terhadap penerapan protokol kesehatan dalam berkendara.

Kemudian, petugas kepolisian juga mengimbau masyarakat bisa lebih patuh berlalu lintas dan tetap mematuhi protokol kesehatan yang berlaku. 

Karena itu, agar tidak ditilang saat Operasi Zebra Lodaya 2020, 7 hal tersebut dan penerapan protokol kesehatan harus dilakukan. 

Editor: M. Naufal Hafizh
dewanpers