web analytics
  

PERSIB HARI INI: Haru Biru, Bobotoh Tumpah Ruah Rayakan Persib Juara

Minggu, 25 Oktober 2020 08:03 WIB Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Persib - Maung Bandung, PERSIB HARI INI: Haru Biru, Bobotoh Tumpah Ruah Rayakan Persib Juara, Persib Juara,Persib Juara Piala Presiden 2015,Piala Presiden,Persib Bandung,Berita Persib Hari Ini,PERSIB HARI INI

ilustrasi bobotoh. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Lima tahun lalu, tepatnya 25 Oktober 2015, ratusan ribu bobotoh dan warga Bandung Raya tumpah ruah di sepanjang jalan menyambut iring-iringan Persib yang menjuarai Piala Presiden 2015.

Arak-arakan ini merupakan momentum pesta kemenangan atas keberhasilan Persib menjuarai Piala Presiden 2015 usai mengalahkan Sriwijaya FC 2-0 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, 18 Oktober 2015.

Sempat berkumpul di Stadion Persib, seluruh anggota skuat Persib berangkat ke Kota Baru Parahyangan, Kabupaten Bandung Barat, yang menjadi start konvoi dengan menggunakan 5 unit Bandung Tour on Bus (Bandros). Tanpa kehadiran Zulham Zamrun, Vladimir Vujovic, dan Supardi Nasir yang berhalangan, rombongan konvoi mulai bergerak pukul 13.00 WIB.

Arak-arakan rombongan melalui rute Jalan Raya Padalarang, Cimareme, Gadobangkong, Padasuka, Alun-Alun Kota Cimahi, Cibabat, Cimindi, Cibeureum, Kebonjati, Jalan Oto Iskandar di Nata dan finis di Lapangan Tegallega. Rombongan baru tiba sekitar pukul 19.00 WIB.

Di sepanjang perjalanan, selain selalu diiringi konvoi bobotoh yang sebagian besar menggunakan sepeda motor, para pemain Persib selalu dielu-elukan. Teriakan Persib juara, Persib juara, Persib juara hingga Halo-halo Bandung membahana di sepanjang perjalanan.

Setibanya di Lapangan Tegallega, pesta rakyat berupa hiburan yang sudah disiapkan Pemerintah Kota Bandung pun berlangsung hingga menjelang tengah malam. Ini merupakan pesta rakyat kedua setelah tahun 2014 saat Persib menjuarai Liga Super Indonesia (LSI) 2014.

Perjalanan Persib Menuju Final Piala Presiden 2015

Bertindak sebagai tuan rumah grup A, Persib percaya diri tampil di hadapan puluhan ribu Bobotoh. Firman Utina cs langsung tancap gas pada pertandingan perdana melawan Persiba Balikpapan di Stadion Si Jalak Harupat, 2 September lalu. Pada laga itu, tim Beruang Madu dilumat empat gol tanpa balas.

Hasil positif kembali diraih saat menumbangkan salah satu pesaing kuat mereka di grup ini, Persebaya United (yang kemudian berubah menjadi Bonek FC). Di pertandingan kedua fase grup ini, Persib menaklukkan Bonek FC dengan skor 2-0.

Di laga terakhir melawan Martapura FC, Persib semakin tak terbendung. Zulham Zamrun mencatatkan hat-tricknya di laga ini, yang membuatnya langsung berada di posisi puncak top skor turnamen dengan lima gol. 

Makan Konate menggenapi keunggulan Persib atas Martapura dengan skor 4-0. Persib lolos ke babak perempat-final dengan status juara grup A.

Pada babak perempat-final, juara Indonesia Super League (ISL) 2014 itu mulai susah payah menghadapi lawan mereka. Bertemu Pusamania Borneo FC (PBFC) di babak ini, membuat skuat asuhan Djadjang Nurdjaman harus menguras energi dan emosi mereka. Terlebih, psy-war yang dihadirkan pelatih PBFC, Iwan Setiawan kian memanaskan persaingan dan gengsi kedua tim.

Pada leg pertama di Stadion Segiri Samarinda, 20 September lalu, Iwan berhasil membuktikan ucapannya bisa membungkam Persib. Tim Pesut Etam berhasil Mempermalukan Persib dengan skor 3-2 lewat dua gol Boaz Solossa dan Arpani. Sementara dua gol balasan Persib dicetak oleh Ilija Spasojevic dan Vladimir Vujovic.

Setelah laga itu, Bobotoh semakin bersemangat mendukung langsung Persib di stadion. Tak ayal, stadion pun membeludak dengan kehadiran puluhan ribu Bobotoh. Iwan langsung menjadi bulan-bulanan Bobotoh yang merasa tidak senang dengan psy-warnya. Bahkan, salah satu kelompok suporter Persib, Viking Persib Club, sampai membuatkan lagu spesial untuk mantan pelatih Persija Jakarta itu.

Mendatangi Stadion Si Jalak Harupat dengan menggunakan kendaraan taktis (rantis), Hamka Hamzah dan kawan-kawan menunjukkan mental mereka tak melemah di depan puluhan ribu pendukung Persib. Mengusung misi mempertahankan kemenangan di markas Persib, PBFC tak menampilkan permainan bertahan.

PBFC mampu unggul lebih dulu lewat gol Jajang Mulyana pada menit ke-37. Persib baru bisa membalas pada babak kedua lewat gol Makan Konate (66). Hingga akhirnya, Zulham kembali menjadi pahlawan lewat gol sundulannya pada menit ke-70, yang membuat agregat kedua tim menjadi 4-4. Persib akhirnya memastikan lolos ke partai semi-final setelah unggul dalam agresivitas gol tandang.

Laga ini pun berlangsung panas sepanjang 90 menit. Buktinya, adanya tiga kartu merah yang dikeluarkan dari saku wasit Djumadi Effendi. Tiga kartu merah itu diberikan kepada Diego Michiels dan Victor Pae (PBFC), serta Ilija Spasojevic.

Untuk keempat kalinya, Persib harus menghadapi tim asal Kalimantan pada turnamen ini. Kali ini, giliran Mitra Kukar yang menjajal kekuatan Persib. Pada leg pertama, Persib bertindak sebagai tim tamu terlebih dahulu.

Sayangnya, enam pilar utama harus absen pada leg pertama lantaran akumulasi kartu dan ada yang cedera. Sejatinya, Persib mampu mengimbangi permainan tim Naga Mekes pada leg pertama ini. Namun, mereka harus kecolongan lewat gol sundulan Carlos Raul Sciucatti pada menit ke-83. Hasil oni semakin menambah catatan buruk Persib yang tak pernah menang di laga tandang pada turnamen ini, setelah pada babak perempat-final juga keok di kandang PBFC.

Persib kembali harus mengawali laga kandang mereka di fase gugur dalam keadaan tertinggal. Bobotoh yang mengetahui Makan Konate dan kawan-kawan membutuhkan dukungan moril lebih dalam menghadapi laga ini, kembali memadati Stadion Si Jalak Harupat, 10 Oktober 2015.

Mitra Kukar pun mencoba meladeni permainan agresif yang diterapkan Persib. Sempat unggul lebih dulu lewat gol bunuh diri O.K. John pada menit ketujuh, Persib lengah lantaran semenit kemudian gawang mereka kembali berhasil dibobol Carlos Raul Sciucatti.

Sempat tegang, para penggawa Persib akhirnya bisa sedikit lega setelah Atep mampu kembali membuat Pangeran Biru unggul 2-1, pada menit ke-20. Akhirnya, Spasojevic berhasil mencetak gol enam menit berselang ke gawang mantan klubnya. Gol itu pula yang membuat Persib lolos ke partai final, lantaran unggul agregat 3-2. Hasil ini juga menjadi kemenangan perdana bagi Djadjang Nurdjaman atas pelatih Mitra Kukar, Jafri Sastra. 

Demi melaju ke partai final Piala Presiden 2015, perjalanan cukup berat harus Persib. Suka dan duka juga harus dialami skuat asuhan Djadjang Nurdjaman. Melihat perjalanan tersebut, skuat Maung Bandung sempat tanpa hambatan di fase penyisihan grup. Namun mereka harus bersusah payah ketika memasuki babak perempat-final. Situasi Itu berlanjut di babak semi-final, hingga akhirnya Atep Rizal dan kawan-kawan berhasil melaju ke partai puncak Piala Presiden 2015.

Editor: Ananda Muhammad Firdaus

artikel terkait

dewanpers