web analytics
  

Kasus Harian Covid-19 di Indonesia Tercatat di Bawah 4 Ribu

Minggu, 25 Oktober 2020 17:14 WIB Icheiko Ramadhanty
Umum - Nasional, Kasus Harian Covid-19 di Indonesia Tercatat di Bawah 4 Ribu, Covid-19 di Indonesia,Positif Covid-19 Indonesia,Satgas Covid-19

Penanganan pasien positif Covid-19. (Kavin Faza)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM – Kasus harian positif Covid-19 di Indonesia turun di bawah 4 ribu kasus. Hari ini, Minggu (25/10/2020), Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat ada penambahan sebanyak 3.732 kasus kasus positif Covid-19 di Indonesia.

Penambahan hari ini menjadikan total akumulasi konfirmasi positif di Indonesia mencapai 385.712 kasus. Angka itu termasuk 62.649 kasus aktif dengan pengurangan 907 kasus, 313.764 kasus sembuh dengan penambahan 4.545 kasus yang berhasil disembuhkan, serta 13.299 kasus meninggal dunia dengan penambahan 94 kasus meninggal.

Indonesia pertama kali mencatatkan kasus harian sebanyak 4 ribuan kasus pada 19 September 2020. Untuk kasus tertinggi terjadi pada 8 Oktober yaitu 4.850 kasus.

Untuk wilayah DKI Jakarta, hingga berita ini diturunkan, Kementerian Kesehatan belum menginformasikan kasus per provinsinya.

Berikut rangkum kasus harian Covid-19 secara nasional selama sepekan belakang, yang bersumber dari covid19.go.id:

19 Oktober: 3.373 kasus

20 Oktober: 3.601 kasus

21 Oktober: 4.267 kasus

22 Oktober: 4.432 kasus

23 Oktober: 4.369 kasus

24 Oktober: 4.070 kasus

25 Oktober: 3.732 kasus 

Berbagai upaya dari pemerintah pusat hingga tingkat daerah sudah dilaksanakan hingga pemberian sanksi kepada para pelanggar protokol kesehatan. Saat ini, pemerintah sedang disibukkan dalam pengembangan vaksin, baik vaksin mandiri bernama Vaksin Merah Putih maupun kerja sama dengan negara lain.

Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Airlangga Hartanto, membeberkan beberapa roadmap pemerintah terkait vaksinasi Covid-19 di Indonesia yang rencananya mulai dilakukan pada November dan Desember 2020. Dia mengatakan bahwa beberapa daerah di Indonesia kemungkinan akan mendapatkan prioritas vaksin.

Daerah-daerah tersebut merupakan daerah zona merah dengan tingkat penularan yang besar. Airlangga menyebut daerah seperti Sumatera Utara, Aceh, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Papua, dan Papua Barat, akan mendapatkan prioritas vaksinasi.

“Itu nanti akan dievaluasi juga nanti terkait efektivitasnya,” jelasnya dalam pernyataan persnya, Kamis (22/10/2020).

Editor: Dadi Haryadi

artikel terkait

dewanpers