web analytics
  

Data dan Pandemi

Minggu, 25 Oktober 2020 16:48 WIB Netizen Erya Indy Primatasari, S.ST
Netizen, Data dan Pandemi, data,Badan Pusat Statistik (BPS),Dampak Corona,Big Data,Keseragaman Data

Ilustrasi. (Pixabay)

Erya Indy Primatasari, S.ST

Statistisi BPS Provinsi Papua

AYOBANDUNG.COM -- Pandemi covid-19 telah memorakporandakan serta menguji berbagai sisi kehidupan, mulai dari kesehatan yang kemudian meluas hingga sosial dan ekonomi. Tak luput pula, covid-19 pada akhirnya juga menguji kualitas data yang ada. Pasalnya, bantuan demi bantuan yang digelontorkan oleh pemerintah untuk menghadapi pandemi sangat bergantung pada kualitas data yang tersedia.

Terhitung sejak awal pandemi terjadi, pemerintah telah mengalokasikan berbagai bantuan dalam program perlindungan sosial. Hal ini sebagai salah satu upaya pemerintah untuk meringankan beban ekonomi masyarakat yang terdampak pandemi. Skema bantuan yang diberikan bermacam-macam, seperti program PKH dan program kartu sembako yang melanjutkan bantuan sosial reguler yang telah berjalan dengan menambahkan jumlah penerima manfaat, bansos sembako Jabodetabek, bansos tunai non-Jabodetabek, diskon listrik, kartu pra kerja, BLT dana desa, dan lainnya.

Berbagai program bantuan sosial yang telah dirancang dengan sangat baik menemukan permasalahan tidak tepatnya sasaran dalam pendistribusiannya. Meski jumlah salah sasaran ini tidak mendominasi, namun cukup membuat bantuan yang diberikan menjadi tidak dapat dinikmati oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan saat pandemi ini. Tidak akuratnya Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) sebagai basis data pendistribusian merupakan sumber masalah yang ada. Data ini diterbitkan pemerintah pusat pada 2016 dan belum diperbarui oleh banyak pemerintah daerah. Ketidaksiapan data yang update sangat terasa saat diharuskan sigap menghadapi pandemi.

Bantuan yang diberikan pemerintah menyasar semua kalangan, mulai dari masyarakat miskin hingga menengah, baik pengangguran, pegawai negeri sipil, karyawan swasta, murid dan guru, maupun pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Hampir semua sektor merasakan dampak dari pandemi covid-19. Penguatan UMKM menjadi salah satu strategi efektif dalam pemulihan perekonomian nasional. Pasalnya, menurut laporan Kementerian Koperasi dan UKM terdapat lebih dari 99 persen usaha di Indoneia memiliki skala UMKM. Bantuan kepada pelaku UMKM diharapkan akan mampu menggerakkan aktivitas usaha mereka dan mempertahankan usahanya ditengah guncangan pandemi covid-19. Namun lagi-lagi efektivitas dari bantuan yang diberikan sangat tergantung pada tepatnya sasaran pendistribusian dan sandaran data yang digunakan.

Pentingnya Data

Banyak data yang sangat penting untuk perencanaan pembangunan. Perkembangan dunia saat ini menjadikan data sebagai salah satu bagian penting yang tidak dapat diabaikan. Data menjadi sangat dibutuhkan. Bahkan pada perjalanannya telah menjadi kebutuhan primer bagi banyak pemangku kebijakan. Seperti saat terjadinya pandemi seperti ini. Kebutuhan bantuan sosial untuk masyarakat sangat jelas terlihat. Dana yang disalurkan oleh pemerintah juga tidak sedikit. Namun, dalam pendistribusiannya sangat memerlukan data yang berkualitas agar bantuan yang diberikan dapat merata dan tepat sasaran.

Berbicara mengenai kualitas data, sejatinya tanggung jawab tidak hanya berada di pundak penyelenggara kegiatan statistik. Namun juga masyarakat sebagai responden yang memberikan data. Banyak yang belum cukup memahami akan hal ini. Apabila responden, baik masyarakat maupun dunia usaha tidak memberikan data yang sebenarnya, maka data statistik yang dihasilkan juga tidak akan menggambarkan keadaan dengan benar. Dengan kata lain, kualitas data yang dihasilkan rendah. Rendahnya kualitas data ini akan berdampak pada pengambilan kebijakan yang kurang tepat.

Berkaitan dengan hal tersebut, hendaknya pandemi ini dapat dijadikan pelajaran berharga untuk selalu meningkatkan kualitas data statistik. Momentum ini harus dapat dimanfaatkan dengan baik. Tanpa data yang berkualitas, pemerintah tidak akan mampu mengambil kebijakan yang berkualitas pula.

Kepedulian terhadap data penting kiranya untuk terus ditumbuhkan. Baik pada penyelenggara statistik maupun pada sisi masyarakat, keduanya mutlak sadar akan pentingnya statistik dan bahu membahu mewujudkan data berkualitas sesuai dengan porsinya. Penyelenggara kegiatan statistik memegang teguh kode etik dan prinsip statistik dalam bekerja serta mengupayakan penyajian data yang terkini, sedangkan masyarakat sebagai penyedia data membuka diri dan memberikan keterangan apa adanya saat menjadi responden kegiatan statistik. Dengan demikian diharapkan nantinya data statistik yang dihasilkan akan semakin berkualitas.

Pada akhirnya data yang berkualitas akan mampu mendukung pengambilan kebijakan yang tepat serta turut mendorong pembangunan masyarakat Indonesia semakin maju dan sejahtera.

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers