web analytics
  

Kawasan Wisata Lembang Bersiap Hadapi Libur Panjang dengan Perketat Protokol Kesehatan

Minggu, 25 Oktober 2020 13:43 WIB Tri Junari
Bandung Raya - Ngamprah, Kawasan Wisata Lembang Bersiap Hadapi Libur Panjang dengan Perketat Protokol Kesehatan , Wisata Lembang,Wisata KBB,Disparbud KBB,Libur Panjang,COVID-19

Ilustrasi] Pegawai mengenakan alat pelindung wajah (face shield) saat membersihkan fasilitas tempat wisata di The Lodge Maribaya, Lembang, Kabupaten Bandug Barat, Kamis (4/6/2020). (Ayobandung.com/Kavin Faza)

LEMBANG, AYOBANDUNG.COM -- Menjelang libur panjang Rabu (28/10/2020) hingga Minggu (1/11/2020) nanti, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bandung Barat (KBB) melakukan persiapan di objek wisata Lembang.

Satu di antara persiapan tersebut yakni melakukan rapid test kepada karyawan objek wisata sebagai langkah antisipasi penyebaran Coronavirus Disease (Covid-19) di objek wisata KBB. Namun, secara keseluruhan Disparbud KBB menyatakan objek wisata sudah siap menerima kunjungan wisatawan. 

"Menghadapi libur panjang nanti kita akan lakukan rapid test dulu terhadap karyawan objek wisata di KBB, terutama yang di Lembang. Waktu awal dibuka kan hanya 10%, tapi kali ini kita akan rapid test 100% karyawan objek wisata," ungkap Kepala Bidang Pariwisata Disparbud KBB, David Oot, Minggu (25/10/2020).

Secara keseluruhan, sebut dia, objek wisata di Bandung Barat terutama Lembang sudah siap menyambut kedatangan wisatawan. Pihaknya pun sudah melakukan pengecekan penerapan protokol kesehatan didalam objek wisata.

"Kita sudah mengecek kesiapan mereka (pengelola objek wisata) terutama soal protokol kesehatan karena sekarang kan masih pandemi Covid-19," bebernya. 

Selain penerapan protokol kesehatan, pihaknya juga menekankan kunjungan wisatawan masih dibatasi hanya 50% dari kunjungan maksimal selama masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

"Kunjungan juga hanya 50%, tidak boleh lebih dari itu. Sudah diterapkan juga sejak pertama di buka lagi sejak Juni lalu. Prediksi pasti akan ada peningkatan, tapi belum tahu berapa persen," jelasnya. 

Editor: Ananda Muhammad Firdaus

artikel terkait

dewanpers