web analytics
  

Wali Kota Tasik Ditahan KPK, Pengacara: Klien Kami Tidak Korupsi

Minggu, 25 Oktober 2020 09:50 WIB Heru Rukanda
Umum - Regional, Wali Kota Tasik Ditahan KPK, Pengacara: Klien Kami Tidak Korupsi, Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman,Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),Budi Budiman tersangka korupsi,suap Budi Budiman,suap wali kota tasik

Wali Kota Tasik Budi Budiman (Ayotasik.com/Heru Rukanda)

TASIKMALAYA, AYOBANDUNG.COM -- Ketua Tim Pengacara Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman, Bambang Lesmana mengatakan, kliennya tidak melakukan gratifikasi atau pemberian hadiah dalam kasus dugaan suap pengurusan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kota Tasikmalaya tahun 2018 yang disangkakan KPK.

Menurutnya, dari rekaman sadapan KPK tidak ada janji bahwa kliennya akan memberikan hadiah atau uang dengan pencairan DAK. Dalam pemeriksaan tambahan hari Jumat (23/10/2020), ada hal baru yang ditanyakan kepada Budi, yakni soal surat dan proposal yang dibuat oleh wali kota untuk permohonan bantuan dana untuk pembangunan di Kota Tasikmalaya, termasuk pembangunan kembali rumah sakit.

"Pak Wali membenarkan jika surat dan proposal itu dia yang buat. Kemudian ditanya menyampaikannya ke siapa, Pak Wali menjawabnya ke Yaya Purnomo," ujar Bambang, Sabtu (24/10/2020).

Dijelaskan Bambang, kliennya kemudian ditanya soal kenapa menyampaikannya ke Yaya Purnomo secara pribadi tidak ke kantor langsung. Kliennya menjawab, pertama dirinya dikenalkan ke Yaya Purnomo oleh Romahurmuziy yang saat itu sebagai ketua umum partainya dan itu sesuai dengan BAP yang dulu. Kedua, intinya untuk mempercepat saja dan terakhir ditanya soal harta kekayaan.

"BBD ditelepon Romi untuk menghadap ke rumahnya. Saat itu di rumah Romi sudah ada Yaya dan yang lainnya pengurus partai PPP pusat. Jadi di sanalah awal ketemu dan kenal sama Yaya," ucap Bambang.

Bambang menegaskan bahwa kliennya diberitahu oleh Romahurmuziy melalui sambungan telepon jika uang DAK telah cair. Pencairan DAK tersebut dibantu oleh Yaya Purnomo yang saat itu menjabat kasie di Kementerian Keuangan. Kliennya tidak tahu kalau sudah cair karena sedang cuti masa kampanye Pemilihan Wali Kota tahun 2017.

"Klien kami itu tidak melakukan korupsi. Uang DAK utuh tidak dikorupsi. Uang yang diberikan itu uang pribadinya karena ditagih dan dipaksa oleh Romahurmuziy atau Romi," ujar Bambang.

Dalam pemeriksaan kembali hari Jumat (23/10/2020), pihaknya menilai hanya pemeriksaan tambahan saja karena dalam berita acara pemeriksaan (BAP) semua sudah dijelaskan dalam pemeriksaan tahun 2019 lalu.

"Pemeriksaan beres sekitar pukul 15.00 WIB dan kami beranggapan tidak dilakukan penahanan sehingga bisa kembali ke Tasik. Namun, sekitar pukul 16.00 WIB kami mendapat kabar Pak Budi ditahan," ujarnya.

Tim kuasa hukum mengaku sempat terkejut dengan kabar penahanan tersebut." Kami kaget dengan penahanan yang dilakukan terhadap Pak Budi, tapi itu merupakan wewenang dari KPK," pungkasnya.

Sumber: Ayotasik.com
Editor: Ananda Muhammad Firdaus
dewanpers