web analytics
  

Banjir Rendam Sejumlah Perumahan Bekasi, Rata-rata di Atas 1 Meter

Minggu, 25 Oktober 2020 05:53 WIB
Umum - Regional, Banjir Rendam Sejumlah Perumahan Bekasi, Rata-rata di Atas 1 Meter, Berita Bekasi,banjir Bekasi

banjir akibat tingginya debit air Sungai Cileungsi dan Cikeas, Minggu (25/10/2020). (Dok. KP2C)

BEKASI, AYOBANDUNG.COM -- Sejumlah perumahan di Bekasi dikabarkan dilanda banjir dengan ketinggian rata-rata 1 hingga 1,5 meter. Banjir ini diakibatkan debit Sungai Cileungsi dan Cikeas yang tinggi.

“Beberapa perumahan yang terdampak dengan rata-rata tinggi air di atas satu meter. Yang paling tinggi di Villa Jatirasa, ketinggian 190 sentimeter,” kata Kasi Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi Hendra , Minggu (25/10/2020) dini hari.

Hendra mengatakan, tinggi air di jalur pertemuan Sungai Cileungsi dan Cikeas masih di atas normal yakni mencapai 715 sentimeter pada Minggu dini hari ini. Tingginya air di jalur sungai tersebut berasal dari derasnya hujan di Bogor, Jawa Barat, sepanjang Sabtu (24/11/2020).

Jalur Sungai Cikeas dan Cileungsi yang berhulu di Bogor melintasi Kota Bekasi dan bertemu di satu jalur Sungai Bekasi.

Beberapa perumahan yang terdampak banjir pada Minggu dini hari ini, kata Hendra, antara lain Villa Nusa Indah, Kemang Ifi, Pondok Mitra Lestari, Pondok Gede Permai, Vila Jatirasa, dan pemukiman lainnya yang berada di pinggir jalur sungai tersebut.

Tinggi air yang menggenang beberapa perumahan tersebut variatif antara 40 sentimeter hingga 190 sentimeter.

“Ini karena hujan di hulunya di Bogor, airnya meninggi sejak Sabtu malam. Di sungai masih 715 sentimeter,” kata dia.

Adapun berbagai video dan foto mengenai banjir di Bekasi pada Minggu dini hari ini ramai diperbincangkan di media sosial. Petugas BPBD Kota Bekasi sudah bersiaga di lokasi banjir untuk menolong masyarakat terdampak banjir.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Ananda Muhammad Firdaus
dewanpers