web analytics
  

Delegasi Bank Pembangunan AS Datangi Bandung Command Center

Sabtu, 24 Oktober 2020 18:14 WIB Fichri Hakiim
Bandung Raya - Bandung, Delegasi Bank Pembangunan AS Datangi Bandung Command Center, Bandung Command Center,International Development Finance Corporation (DFC)

Delegasi DFC yang dipimpin oleh Adam Boehler melihat inovasi Kota Bandung dalam mewujudkan Bandung Smart City melalui teknologi canggih di Bandung Command Center. (ayobandung/Fichri Hakim)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM -- International Development Finance Corporation (DFC) melakukan kunjungan ke Bandung Command Center, Gedung Sate, Kota Bandung, Sabtu (24/10/2020). 

DFC adalah bank pembangunan Amerika yang bermitra dengan sektor swasta membiayai solusi tantangan terberat yang dihadapi negara berkembang di bidang energi, layanan kesehatan, infrastruktur penting, dan proyek-proyek telekomunikasi.

Dalam kunjungannya ke Bandung, delegasi DFC yang dipimpin oleh Adam Boehler bertemu dengan perwakilan dari Kantor Gubernur Jawa Barat dan melihat inovasi Kota Bandung dalam mewujudkan Bandung Smart City melalui teknologi canggih di Bandung Command Center.

"DFC bermitra dengan sektor swasta membiayai solusi tantangan terberat yang dihadapi negara berkembang saat ini. Membiayai usaha kecil dan perempuan pelaku wirausaha, hingga menciptakan lapangan pekerjaan di pasar-pasar yang sedang berkembang. Investasi DFC berpatokan pada standar yang tinggi dan peduli lingkungan hidup, menghromati hak asasi manusia dan hak-hak para pekerja," ujar Chief Executive Officer U.S. International Development Finance Corporation (DFC) Adam Boehler, di Gedung Sate, Sabtu (24/10/2020).

Ia juga menuturkan, tujuan lainnya untuk memajukan Kawasan Indo-Pasifik yang Bebas dan Terbuka.

"Kawasan luas yang membentang dari India hingga Asia Tenggara dan Pasifik Selatan ini merupakan tempat tinggal setengah dari jumlah penduduk dunia. Wilayah ini meliputi sejumlah negara dengan perekonomian yang sedang  berkembang pesat dan sangat membutuhkan investasi. DFC berkomitmen mengerahkan investasi dan bermitra dengan para sekutu regional untuk mengubah kawasan ini menjadi pemimpin ekonomi global dalam bidang perdagangan, inovasi, dan teknologi," tuturnya.

Boehler juga menjelaskan, ada beberapa karya DFC di Indo-Pasifik.
1. Memperluas Akses Air Bersih di India.

Pinjaman DFC membantu WaterHealth International dalam memperluas akses air bersih dan terjangkau dengan membangun rangkaian fasilitas permurnian air di lapangan dan menjualnya dengan harga yang rendah setara harga air minum kemasan.

2. Menghadirkan Layanan Telekomunikasi Di Wilayah Pedesaan Di Papua Nugini (PNG).
Pinjaman DFC membantu perluasan jaringan selular terbesar di PNG, membantu menghadirkan layanan telekomunikasi di wilayah pedesaan dan daerah miskin lainnya di PNG sekaligus investasi pada menara telekomunikasi tenaga surya.
 
3. Menjadikan Tranportasi Kargo Lebih Terjangkau dan Efisien di Filipina.
Pinjaman DFC senilai 2,5 juta dolar AS membantu QuantumID Technologies of Cambridge, Massachusetts memperkenalkan sistem manajemen kargo berbasiskan komputasi awan sehingga membantu menurunkan biaya operasional usaha kecil.

4. Menambah Sumber Tenaga Listrik Baru di Indonesia.
DFC membantu pembangunan pembangkit listrik tenaga angin berkapasitas 75MW di Sulawesi, Indonesia yang memenangkan penghargaan dan juga membantu diversifikasi tenaga listrik di Indonesia.

5. Menginvestasikan pada Bisnis Yang Membantu Komunitas Berpenghasilan Rendah di Asia Tenggara.
Pembiayaan DFC untuk Unitus Impact’s Livelihood Impact Fund membantu sejumlah investasi ekuitas swasta usaha kecil yang menciptakan lapangan kerja dan yang memperluas akses pelayanan keuangan di Asia Tenggara.

Editor: Andres Fatubun
dewanpers