web analytics
  

Sudah 20 Hari Kabupaten Bandung Barat tidak Mutakhirkan Data Sebaran Covid-19

Sabtu, 24 Oktober 2020 15:49 WIB Redaksi AyoBandung.Com
Bandung Raya - Ngamprah, Sudah 20 Hari Kabupaten Bandung Barat tidak Mutakhirkan Data Sebaran Covid-19, Update Corona Kabupaten Bandung Barat,Data Covid-19 Bandung Barat,Informasi Covid-19 Bandung Barat

Mural mengingatkan warga berdisiplin protokol kesehatan selama pandemi Covid-19. (AyoBandung.com/Irfan Al-Faritsi)

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM -- Sudah 20 hari Pemerintah Kabupaten Bandung Barat tidak memutakhirkan informasi tentang sebaran pandemi Covid-19. Data terakhir yang dibagikan di situs web https://pik.bandungbaratkab.go.id/ bertanggal 5 Oktober 2020.

Dari data tersebut, diketahui jumlah akumulatif kasus positif Covid-19 di Bandung Barat sebanyak 198 kasus. Angka ini terdiri dari 79 kasus aktif, 113 kasus sembuh, serta 6 kasus meninggal.

Data ini sudah pasti terus berubah. Jumlah akumulatif kasus positif terkonfirmasi terus bertambah. Demikian juga jumlah kasus sembuh dan kasus meninggal dunia.  

Dalam wawancara pada Selasa (13/10/2020) lalu, ketika Bandung Barat sudah berubah status dari zona merah ke zona oranye, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung Barat Hermawan Widjajanto menyebut total kasus positif mencapai 346 kasus, terdiri dari 88 kasus aktif, 251 kasus sembuh, serta 7 kasus meninggal. Artinya, terjadi penambahan 148 kasus positif terkonfirmasi dalam rentang 8 hari.

Belum diketahui apa penyebab Pemerintah Kabupaten Bandung Barat tidak mampu secara rutin memutakhirkan data sebaran pandemi. Hal ini jauh berbeda dengan Kota Bandung dan Kota Cimahi yang melaporkan pemutakhiran data setiap hari.

Kabupaten Bandung juga lebih rajin dibandingkan Bandung Barat. Jika tidak di situs web, mereka menampilkan kondisi sebaran pandemi lewat akun twitter resmi Pemkab.

Data tidak Sama

Hermawan Widjajanto menyatakan, penetapan zona merah beberapa pekan lalu berdasarkan pada data Covid-19 KBB yang dirangkum oleh GTPP (Gugus Tugas Percepatan Penanganan) Covid-19 Jawa Barat yang datanya tidak sama. Indikator lainnya berupa banyaknya jumlah kasus Covid-19 dengan alamat KTP Bandung Barat yang masuk secara bersamaan dari berbagai rumah sakit dan laboratorium yang melakukan swab test.

"Rumah sakit dan laboratorium itu sistem laporannya online ke pusat. Sehingga ada penambahan sekitar 100 kasus dari KBB meski alamatnya belum lengkap," kata Hermawan.  

Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung Barat Asep Sodikin mengatakan, Pemkab sempat melayangkan protes pada GTPP Jabar terkait penetapan zona merah. Hasil evaluasi zona oranye saat ini dinilai tepat dengan kondisi penyebaran kasus Covid-19.

"Kita sempat protes ke Jabar lantaran kemarin KBB masuk zona merah, tapi untuk saat ini kita lebih konsentrasi dengan kondisi kita sendiri," katanya, Senin (12/10/2020).

Editor: Tri Joko Her Riadi
dewanpers