web analytics

Dorong Warga Cuci Tangan, Mahasiswa Unpad Kembangkan Sabun Kertas

clockSabtu, 24 Oktober 2020 13:18 WIB userNur Khansa Ranawati
Umum - Nasional, Dorong Warga Cuci Tangan, Mahasiswa Unpad Kembangkan Sabun Kertas, Satgas Covid-19,Universitas Padjajaran (Unpad),cuci tangan pakai sabun

Sabun cuci tangan berbahan kertas yang dikembangkan mahasiswa Unpad. (Unpad. )

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Rajin cuci tangan dengan sabun saat ini merupakan salah satu sarana terampuh mencegah penularan Covid-19. Namun, berbeda dengan hand sanitizer, membawa sabun kemana-mana dinilai tak cukup praktis.

Padahal, mencuci tangan dengan sabun lebih efektif membersihkan kuman ketimbang hanya menggunakan hand sanitizer. Oleh karenanya, sekelompok mahasiswa Universitas Padjajaran mengembangkan bentuk sabun yang lebih praktis dari yang beredar di pasaran.

Mereka adalah M. Jaza Kamali, Karen Lolinhandary, dan Aleesha Zalica, tiga mahasiswa Kedokteran Unpad yang meneliti dan mengembangkan sabun cuci tangan berbahan kertas. Sabun tersebut juga memiliki kandungan bahan-bahan alami dan dinilai lebih praktis juga awet dibandingkan sabun batangan atau cair.

“Sabun batangan bisa meleleh, sedangkan sabun cair bisa tumpah. Sabun kertas diharapkan menarik minat masyarakat untuk rajin mencuci tangan,” kata Jaza sebagaimana dikutip dari laman Unpad.ac.id, Sabtu (24/10/2020).

Jaza menjelaskan, bahan utama dari sabun ini adalah kertas larut air yang dicampur dengan sejumlah kandungan antimikroba. Antimikroba tersebut diperoleh dari bahan alam, yaitu daun dadap dan air kelapa.

Pemilihan dua bahan alami ini didasarkan karena daun dadap dan air kelapa mengandung alkaloid flavonoid dan alkaloid asam laurat. Berdasarkan hasil penelitian yang sudah ada, dua senyawa ini berfungsi sebagai pembunuh bakteri, di antaranya adalah Salmonella sp.

“Dari jurnal yang sudah ada, itu sudah terbukti efektif dalam membunuh dan merusak membran sel bakteri,” ungkapnya.

Dalam membuatnya, Jaza dan tim membuat campuran sejumlah bahan sediaan dengan bahan alami tersebut. Selanjutnya, cairan kembali dicampur dengan kertas mudah larut. Setelah kering, kertas  dipotong sehingga membentuk lembaran kecil.

Bahan kertas yang digunakan adalah bahan mudah larut, sehingga sabun akan langsung hilang berganti busa ketika cuci tangan. Selain itu, sabun kreasi Jaza dan kawan-kawan juga memiliki keunggulan karena menggunakan zat antimikroba dari bahan alami.

“Biasanya zat antimikroba pada sabun menggunakan bahan kimia, kami mengangkatnya dari zat antimikroba alami,” kata Jaza.

Kreasi sabun kertas ini diberi nama “Copas”. Nama tersebut merupakan akronim dari Cocos nucifera atau nama latin buah kelapa dengan Erythrina lithosperma atau nama latin dari daun dadap dan soap (sabun).

Ide sabun cuci tangan berbentuk kertas ini juga telah berhasil meraih juara harapan II di ajang Lomba Karya Tulis Ilmiah Online Tingkat Nasional (LKTI OTN) kategori kesehatan dan medis yang digelar Universitas Brawijaya, Mei-September lalu. Penelitian tersebut dibantu oleh dosen Mikrobiologi FK Unpad Lidya Chaidir, PhD.

Ia berharap sabun kertas berbahan alami ini bisa diteliti dan dikembangkan lebih lanjut. “Ke depan jika aktivitas laboratorium sudah dibuka, kami ingin melakukan penelitian lebih lanjut,” ungkapnya.

 

Editor: Andres Fatubun

terbaru

Kasus Covid-19 Indonesia Tembus 3,4 Juta Orang

Nasional Minggu, 1 Agustus 2021 | 18:17 WIB

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 melaporkan perkembangan terkini penambahan kasus pada Minggu 1 Agustus 2021. Pada kasus...

Umum - Nasional, Kasus Covid-19 Indonesia Tembus 3,4 Juta Orang, Kasus Covid-19 Indonesia,Update Covid-19 Indonesia,Pasien Positif Covid-19

Menlu : Mekanisme dose-sharing Vaksin Penting agar Dunia dapat Keluar...

Nasional Minggu, 1 Agustus 2021 | 16:42 WIB

Menlu : Mekanisme dose-sharing Vaksin Penting agar Dunia dapat Keluar dari Pandemi

Umum - Nasional, Menlu : Mekanisme dose-sharing Vaksin Penting agar Dunia dapat Keluar dari Pandemi , vaksin,COVID-19

Fungsi Bansos Disebut Lebih Mengarah pada Kepentingan Politik Kekuasaa...

Nasional Sabtu, 31 Juli 2021 | 16:35 WIB

Fungsi bantuan sosial (bansos) di Indonesia disebut lebih menguat pada kepentingan kekuasaan politik. Hal ini disampaika...

Umum - Nasional, Fungsi Bansos Disebut Lebih Mengarah pada Kepentingan Politik Kekuasaan, Bansos,Fungsi Bansos,Kepentingan Politik Kekuasaan,Kepentingan Politik Kekuasaan Bansos Covid-19,Fungsi bantuan sosial di Indonesia,Fungsi Bansos di Indonesia,Latar Belakang Bansos,Penyalahgunaan bansos di Indonesia

Pencairan Bansos di Daerah Bakal Dipermudah, Ada Syarat Baru?

Nasional Sabtu, 31 Juli 2021 | 14:35 WIB

Kementerian Keuangan menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 94/PMK.07/2021. Adapun aturan ini menjadi langka...

Umum - Nasional, Pencairan Bansos di Daerah Bakal Dipermudah, Ada Syarat Baru?, Pencairan Bansos,Pencairan Bansos Covid-19,Syarat Pencairan Bansos,Aturan Pencairan Bansos Covid-19

Analis politik 'Tantang' Jokowi Undang Para Mantan Presiden Cari Masuk...

Nasional Sabtu, 31 Juli 2021 | 13:24 WIB

Analis politik Hendri Satrio mendukung ide agar Presiden Joko Widodo mengundang para mantan presiden untuk mendapatkan m...

Umum - Nasional, Analis politik 'Tantang' Jokowi Undang Para Mantan Presiden Cari Masukan Penanganan Pandemi, Undangan mantan presiden,Presiden Joko Widodo,penanganan pandemi Covid-19,Jokowi,Tantangan untuk Jokowi,Tantangan Jokowi,konsolidasi nasional penanganan covid-19

Hari Ini, Google Doodle Tampilkan Sosok Penulis Sariamin Ismail

Nasional Sabtu, 31 Juli 2021 | 09:38 WIB

Jika Anda membuka laman utama Google hari ini, Anda akan disambut dengan Google Doodle yang menampilkan ilustrasi penuli...

Umum - Nasional, Hari Ini, Google Doodle Tampilkan Sosok Penulis Sariamin Ismail, Google Doodle,Google Doodle Hari Ini,penulis Sariamin Ismail,Sariamin Ismail,Sariamin Ismail adalah,peringatan ulang tahun Sariamin Ismail,Sosok Penulis Sariamin Ismail

Tekan Kematian, Masyarakat Terinfeksi Covid-19 Diminta segera Lapor Pu...

Nasional Sabtu, 31 Juli 2021 | 09:30 WIB

Pemerintah terus melaksanakan berbagai upaya komprehensif untuk menghadang penyebaran virus Covid-19, meningkatkan kesem...

Umum - Nasional, Tekan Kematian, Masyarakat Terinfeksi Covid-19 Diminta segera Lapor Puskesmas, Penyebaran virus Covid-19,Gejala Terinfeksi Covid-19,Tanda Terinfeksi Covid-19,angka kematian Covid-19 di Indonesia,bantuan masyarakat terjangkit Covid-19

Peneliti: Vaksin Nusantara Tak Praktis Dipakai Saat Pandemi Covid-19

Nasional Sabtu, 31 Juli 2021 | 09:07 WIB

Salah satu peneliti vaksin Covid-19 AstraZeneca, mahasiswa program doktor Oxford University asal Indonesia, Indra Rudian...

Umum - Nasional, Peneliti: Vaksin Nusantara Tak Praktis Dipakai Saat Pandemi Covid-19, vaksin nusantara,penelitian vaksin nusantara,pengembangan vaksin Nusantara,peneliti vaksin Covid-19 AstraZeneca,pembuatan vaksin Covid-19,pembuatan vaksin Covid-19 pembuatan vaksin Covid-19 Nusantara,pembuatan vaksin Covid-19 dalam negeri

artikel terkait

dewanpers
arrow-up