web analytics
  

Demo di Gerbang Tol Pasteur, 8 Mahasiswa Bandung Diamankan Polisi 

Sabtu, 24 Oktober 2020 10:08 WIB Republika.co.id
Bandung Raya - Bandung, Demo di Gerbang Tol Pasteur, 8 Mahasiswa Bandung Diamankan Polisi , Mahasiswa Bandung,Demo Mahasiswa,Tol Pasteur

Ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Bandung menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa (6/10/2020). Mereka menolak Omnibus Law Undang-undang Cipta Kerja. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Aksi demonstrasi penolakan terhadap Undang-Undang Cipta Kerja kembali digelar di Bandung, sejumlah mahasiswa sempat menutup akses kendaraan di gerbang tol Pasteur, Jumat (23/10) sore.

Penutupan akses gerbang Tol Pasteur sempat ricuh karena membuat kemacetan hingga akhirnya dibubarkan oleh polisi dan 8 orang diamankan.

Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya mengatakan sekelompok mahasiswa berunjukrasa menolak Undang-Undang Cipta Kerja dengan memasuki dan menutup jalan tol. Menurutnya, pihaknya sudah mengimbau pendemo untuk tidak melakukan penutupan atau menghalangi aktivitas masyarakat.

"Masyarakat pun sudah menyampaikan ke mereka untuk tidak melakukan penutupan jalan tapi mereka bersikukuh untuk melakukan penutupan jalan sehingga kita lakukan pemblokiran dan pencegahan untuk dibubarkan," ujarnya, Jumat (23/10).

Ulung mengatakan, dari 30 orang pendemo sebanyak 8 orang sebagai koordinator lapangan diamankan untuk dilakukan pemeriksaan. Ia mengatakan, pemeriksaan dilakukan berkaitan penutupan jalan yang tidak sesuai dengan undang-undang 38 tahun 2004.

"Sedang kita proses saat ini di Satreskrim Polrestabes Bandung. Kita akan lakukan pemeriksaan mendalam siapa yang mengajak menutup seperti ini kita lihat dan kenakan kalau proses hukumnya ada," katanya.

Ia melanjutkan, pihaknya hanya menerjunkan 130 personel untuk mengantisipasi jika terjadi tindakan anarkis. Menurutnya, penutupan atau pemblokiran jalan menganggu ketertiban umum dan menganggu aktivitas masyarakat baik dari arah Bandung maupun Jakarta. Akibat penutupan jalan, kemacetan dari arah Bandung mencapai 5 kilometer dan dari arah Jakarta 6 kilometer.

"Kami sampaikan kepada masyarakat dan kelompok tertentu yang ingin menyampaikan aspirasinya tentang Omnibus Law silahkan saja akan kami layani semua selama itu tidak melakukan anarkis sesuai tepat jamnya dan tidak menutup jalan dan mengganggu ketertiban umum atau merusak fasilitas umum yang ada di kota Bandung," katanya.

 

Editor: Andres Fatubun

artikel terkait

dewanpers