web analytics
  

Kunjungan Puskesmas di Cimahi Turun Selama Pandemi

Jumat, 23 Oktober 2020 20:34 WIB Tri Junari
Bandung Raya - Cimahi, Kunjungan Puskesmas di Cimahi Turun Selama Pandemi, Berita Cimahi,Covid-19 Cimahi,puskesmas

ilustrasi. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

CIMAHI, AYOBANDUNG.COM -- Selama pandemi Coronavirus Disease (Covid-19), angka kunjungan masyarakat ke fasilitas kesehatan milik pemerintah seperti di Puskesmas Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi mengalami penurunan.

Kepala Tata Usaha Puskemas Cipageran Bagus mengatakan, jika saat normal angka kunjungan mencapai 200-250 orang sehari, pada masa pandemi paling banyak 75-150 orang.

Puskesmas membatasi kunjungan pelayanan penyakit ringan, kecuali pemeriksaan penyakit berat dan indikasi paparan Covid-19.

"Karena takutnya yang awalnya hanya sakit biasa dengan datang ke puskesmas jadi tertular Covid-19, jadi itu yang dihindari," jelasnya, Jumat (23/10/2020).

Selain itu pihaknya mengimbau apabila masyarakat hanya sakit yang ringan-ringan, seperti pilek atau demam biasa, sebaiknya beristirahat di rumah dan meminum obat warung atau herbal. 

"Apalagi melihat adanya penularan terhadap pegawai di puskesmas, kerawanan kunjungan meningkat,"ujarnya.

Ia menyebutkan, meski hingga saat ini Cipageran masuk zona merah tetapi berkat kedisplinan pegawai dan masyarakat, belum ada kasus penularan khususnya di lingkungan puskesmas.

Ia mengungkapkan, pihaknya dari Maret hingga sekarang belum pernah berhenti melakukan rapid dan swab test. Hal ini karena kasus di Cimahi mengalami fluktuasi.

Bagus pun mengatakan, dalam sehari pihaknya tidak bisa menentukan melakukan tes Covid-19 seberapa banyak, karena itu tergantung dari kontak erat dari hasil tracing. 

"Kita melaksanan rapid dan swab berdasarkan data dari hasil tracing dan tidak bisa melayani yang tes mandiri. Sehari bisa lima dan paling banyak itu sehari bisa sampai 40 orang," ujarnya. 

Editor: Ananda Muhammad Firdaus

artikel terkait

dewanpers