web analytics
  

Guru di Indramayu Ciptakan Aplikasi Bantu Usir Jenuh Siswa

Jumat, 23 Oktober 2020 19:19 WIB Erika Lia
Umum - Pendidikan, Guru di Indramayu Ciptakan Aplikasi Bantu Usir Jenuh Siswa , aplikasi belajar,Berita Indramayu,Guru Indramayu,Inovasi pandemi Covid-19

Ana Rohdiana, guru Bahasa Inggris di SMPN Unggulan Sindang, Kabupaten Indramayu, menunjukkan Si Belmi, aplikasi hasil inovasinya. (Ayocirebon.com/Erika Lia)

INDRAMAYU, AYOCIREBON.COM --  Berniat membuat pelajarannya menyenangkan bagi siswa, seorang guru di Kabupaten Indramayu melahirkan sebuah aplikasi berbasis Android. Siapa nyana, faedah inovasi itu terasa di kala pandemi.

Dinamakan Si Belmi, sang inovator merupakan guru Bahasa Inggris di SMPN Unggulan Sindang, Kecamatan Sindang, Ana Rohdiana. Si Belmi, akronim dari 'Solusi Belajar Bahasa Inggris di Masa Pandemi', merupakan sebuah aplikasi permainan (game) yang tak menggunakan kuota internet atau offline.

Sesuai namanya, saat ini Si Belmi telah bermanfaat besar dalam pembelajaran jarak jauh (PJJ) pasca Covid-19 mewabah. Aplikasi ini bahkan menjadi salah satu dari 32 inovasi yang lolos dalam Kompetisi Inovasi Jawa Barat 2020.

"Awalnya saya cuma ingin membuat pelajaran Bahasa Inggris enggak membosankan untuk siswa," ungkap Ana mengisahkan mula kelahiran Si Belmi.

Keinginan itu telah muncul sebelum pandemi pada sekitar akhir 2019. Dengan bantuan tim IT di sekolah tempatnya mengajar, gagasan itu pun diwujudkan melalui aplikasi.

Pengembangan aplikasi itu mulai digarap lebih serius kala Covid-19 melanda. Ana mengetahui, tak sedikit siswa yang merasa jenuh dengan PJJ hingga menyebabkan partisipasi belajar daring pun rendah.

"Partisipasi belajarnya rendah, ada 50% siswa yang ikut (PJJ) saja sudah mending," tuturnya.

Dia mengaku, memerlukan waktu sekitar 3 bulan untuk merampungkan Si Belmi yang ketika itu masih belum bernama, bahkan ketika akhirnya aplikasi itu selesai dan digunakan.

Selama proses pembuatannya, Ana berkonsultasi dengan para ahli untuk menyesuaikan unsur pembelajaran dengan standar kompetensi pada kurikulum yang berlaku.

"Saya tidak bisa sembarangan memasukkan materi, makanya saya konsultasi dengan para ahli," terangnya.

Dia menerangkan, Si Belmi menggunakan user interface yang menarik. Tampilan gambar-gambar disertai pertanyaan-pertanyaan komunikatif dimaksudkan untuk mendukung percakapan, seperti critical, thinking, colaboration, dan lain-lain.

Sebelum mencapai kesempurnaan, Si Belmi telah melewati setidaknya 9.kali tahapan penelitian maupun pengembangan, di antaranya uji skala kecil dan besar, validasi ahli, revisi, diseminasi, dan lainnya.

"Konten juga sempat direvisi beberapa kali karena masih belum memenuhi kriteria," tambahnya.

Ketika akhirnya rampung, Si Belmi nyatanya bermanfaat bagi siswa selama PJJ. Selain user interface yang menarik dan pengoperasiannya yang tergolong mudah, aplikasi ini tak memerlukan kuota internet sehingga siswa bebas menggunakannya, tanpa batas ruang dan waktu.

Pasca pemanfaatan Si Belmi, Ana menyebut terjadi peningkatan pada tingkat partisipasi maupun nilai siswa selama PJJ. Sebelum menggunakan Si Belmi, rerata nilai pengetahuan siswa 74,64, dan nilai keterampilan berbicara 75,00.

"Setelah ada aplikasi ini, nilai siswa meningkat. Untuk nilai pengetahuan rata- rata menjadi 82,14 dan nilai keterampilan berbicara 83,57," terangnya.

Selain menaikkan tingkat partisipasi belajar dan nilai siswa, keunggulan Si Belmi telah mengantarkan Ana sebagai salah satu dari 32 nominator dalam Kompetisi Inovasi Jawa Barat 2020.

Ana mengaku, tak menyangka hal itu akan dialaminya, mengingat kelahiran Si Belmi bukan ditujukan untuk perlombaan.

"Mungkin karena (pengoperasian Si Belmi) offline, jadi bisa lolos 32 besar (kompetisi)," cetusnya.

Si Belmi sendiri didaftarkan pada Maret 2020 dan setelahnya, kabar gembira itu menghampirinya. Dengan Si Belmi, Ana menyisihkan 176 proposal inovasi yang diajukan dari daerah lain se-Jabar.

Nama Si Belmi sendiri muncul bertepatan ketika Ana bermaksud mendaftarkannya dalam kompetisi tersebut. Ketentuan lomba mengharuskan hasil inovasinya itu bernama unik.

"Si Belmi, itu akronim dari Solusi Belajar Bahasa Inggris di Masa Pandemi karena aplikasi ini memang digunakan sebagai solusi selama PJJ di masa pandemi," bebernya.

Si Belmi sempat melalui pengujian oleh juri kompetisi yang meliputi akademisi dan praktisi, di Gedung Sate, Kota Bandung, pada 20 Oktober 2020. Pengujian mengharuskan Ana mempresentasikan Si Helmi, maupun menjawab pertanyaan juri pada sesi wawancara.

Kini, Si Belmi diharapkan masuk 10 besar kompetisi. Rencananya, aplikasi ini dapat diunggah melalui PlayStore dalam waktu dekat.

"Penyebaran aplikasi ini sekarang sih masih dari 1 perangkat ke perangkat lain saja. Tapi, mungkin dalam waktu dekat ini bisa diunggah di PlayStore supaya lebih banyak siswa yang menggunakannya," tandas Ana.

Editor: Ananda Muhammad Firdaus
dewanpers