web analytics
  

Survei: 42% Warga Bogor Putus Kerja Gara-gara Corona

Jumat, 23 Oktober 2020 17:34 WIB Husnul Khatimah
Umum - Regional, Survei: 42% Warga Bogor Putus Kerja Gara-gara Corona, Berita Bogor,covid-19 bogor,Dampak Pandemi Covid-19,Wali Kota Bogor Bima Arya

Wali Kota Bogor Bima Arya. (Ayobogor.com/Husnul Khatimah)

BOGOR, AYOBANDUNG.COM -- Wali Kota Bogor Bima Arya memaparkan seputar hasil survei dan kebijakan-kebijakan Pemkot Bogor dalam menangani pandemi, khususnya di sektor ekonomi. 

“Tim dari Bappeda belum lama ini melakukan survei untuk merumuskan kebijakan kita ke depan. Data menunjukan bahwa ada 42% warga Bogor putus kerja karena pandemi," ujar Bima, Jumat (23/10/2020).

Namun sebagiannya, kata Bima, sudah bekerja kembali. "Saat ini masih ada sekitar 7% belum bekerja kembali. Lalu 57% warga mengaku tetap sama dengan sebelum pandemi. Yang menarik adalah ada 1% warga yang penghasilannya naik,” ungkap Bima.

Mereka yang disurvei antara lain buruh, sopir, pedagang kaki lima, karyawan toko, pegawai kantoran, karyawan hotel, restoran, petani, peternak, dan profesional lepas atau freelance. 

“Hampir 80% warga mengaku terdampak secara ekonomi, artinya penghasilannya turun. Menarik adalah ketika kita tanya kalau kehilangan pekerjaan, bidang pekerjaan apa yang anda minati? Jawaban ini mencerminkan demand (permintaan pasar) yang ada di tengah pandemi,” ujar Bima.

Bima mengatakan, banyak ketertarikan untuk bekerja di produsen produk makanan dan minuman, kesehatan atau healthy food, seperti salad, jus, jamu, herbal dan lain-lain. 

"Jadi ada kesadaran orang-orang untuk bekerja di situ karena memang demand-nya juga tinggi di situ. Yang kedua adalah produsen alat olahraga. Kita lihat sekarang ini booming banget orang Jakarta ke Bogor untuk gowes, jogging, trekking, rafting dan lain-lain,” katanya.

“Yang ketiga adalah orang-orang berminat banget untuk menekuni urban farming. Produksi sayuran, buah-buahan. Di Kota Bogor data menunjukan bahwa di era pandemi ini justru 300% demand dari warga naik untuk produk sayuran dan buah-buahan. Tiga besar ini mencerminkan pemahaman orang yang sangat baik tentang peluang yang tercipta di masa pandemi ini,” tambah Bima.

Editor: Ananda Muhammad Firdaus

artikel terkait

dewanpers