web analytics
  

Musim Hujan, Purwakarta Mulai Antisipasi Banjir Imbas Sampah

Jumat, 23 Oktober 2020 16:32 WIB Dede Nurhasanudin
Umum - Regional, Musim Hujan, Purwakarta Mulai Antisipasi Banjir Imbas Sampah , Berita Purwakarta,Banjir Purwakarta,menjaga kebersihan lingkungan,sungai cimunjul

Ilustrasi banjir. (Ayobekasi.net/Firda Puri Agustine)

PURWAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Purwakarta mulai mengantisipasi terjadinya banjir akibat keberadaan sampah. Petugas berwenang kekinian mulai diintensifkan membersihkan lingkungan.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah pada DLH Kabupaten Purwakarta Acep Yuli mengatakan, selain peran dari petugas kebersihan, masyarakat juga harus ikut serta dalam menjaga lingkungannya. 

Ia mengimbau warga untuk disiplin membuang sampah, terutama tidak dibuang ke saluran air. Hal itu, kata Acep, dapat meninmbulkan pendangkalan bahkan tersendat yang mengakibatkan air meluap ke permukaan.

"Simpan sampah di lingkungannya masing-masing mulai pukul 18.00 WIB sampai 06.00 WIB. Sebab, pada pukul 07.00 WIB sampah langsung mulai diangkut oleh para petugas dengan kendaraan sampah dan dibuang ke TPA Cikolotok," ujar dia, Jumat (23/10/2020).

Adapun jumlah petugas yang disiagakan sebanyak 400 orang tersebar di seluruh wilayah Purwakarta. Ia menyebut, jumlah tersebut dapat dikatakan kurang ideal namun akan dimaksimalkan menjaga kebersihan Purwakarta.

"Soal luapan air di sungai kami hanya fokus menjaga aliran air Sungai Cimunjul dengan membentuk satu tim berisikan 15 orang untuk membersihkan sampah-sampah yang ada di aliran sungai itu. Karena sungai Cimunjul mengalir ke tengah kota," kata Acep

Tak hanya petugas, 60 armada pengangkut sampah hanya bisa melayani 11 dari 17 kecamatan yang ada, kecuali Kecamatan Sukasari, Kecamatan Maniis, Kecamatan Tegalwaru, Kecamatan Darangdan, Kecamatan Bojong, dan Kecamatan Kiarapedes.

Begitu juga penyapu jalan hanya di sekitar kota dan itu juga belum semua jalur ada. "Seperti masih kosong dari Jalan Perempatan H Iming sampai Parcom pada siang hari," ujar dia.

Ia mengaku tidak bisa menjangkau semua kecamatan untuk mengangkut sampah. Untuk itu, masyarakat harus bisa mengelola sampah menjadikan nilai ekonomi.

"Pemkab sempat meminta kewilayahan untuk bisa melakukan pengelolaan sampah mandiri guna mendorong desa bisa mengelolanya sendiri dan memberdayakan warga," ujar Acep.

Editor: Ananda Muhammad Firdaus
dewanpers