web analytics
  

Fakta-fakta Pembunuhan Ibu Hamil di Soreang, Pelaku Suami Sendiri

Jumat, 23 Oktober 2020 12:46 WIB Mildan Abdalloh
Bandung Raya - Soreang, Fakta-fakta Pembunuhan Ibu Hamil di Soreang, Pelaku Suami Sendiri, Pembunuhan ibu hamil Soreang,Pembunuhan ibu hamil Bandung,Ibu hamil tewas di Soreang

Satreskrim Polresta Bandung berhasil menangkap tersangka pembunuhan ibu hamil di Soreang, Jumat (23/10/2020). (Ayobandung.com/Mildan Abdalloh)

SOREANG, AYOBANDUNG.COM -- Setelah melakukan penyelidikan hampir satu pekan, Polresta Bandung berhasil mengungkap dan menangkap terduga pembunuhan seorang ibu hamil yang ditemukan tewas di rumah kontrakan di Desa Sadu, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung.

Berikut fakta-fakta yang dihimpun Ayobandung.com terkait kasus pembunuhan korban.

1. Pelaku suami siri korban

Tersangka pembunuhan ibu hamil bernama NY tersebut merupakan suaminya sendiri. Selain menikahi korban, tersangka berinisal S alias Maman itu juga memiliki seorang istri di Jawa Tengah.

"Tersangkanya orang terdekat. Bisa dikatakan suaminya, karena antara korban dan tersangka pernah nikah siri sekitar satu tahun lalu," tutur Kapolresta Bandung Kombes Pol Hendra Kurniawan, Jumat (23/10/2020).

2. Korban mengandung 7 bulan

Korban saat ini tengah mengandung anak tersangka. Bahkan beberapa hari sebelum pembunuhan, korban dan tersangka sempat menggelar syukuran 7 bulanan.

Sebelum ditemukan tewas, korban sempat terdengar cekcok dengan suaminya di dalam kontrakan pada malam hari. Keesokan harinya, korban ditemukan sudah tidak bernyawa, sementara suaminya tidak ada di tempat.

3. Motif pembunuhan karena ponsel

Motif pembunuhan karena tersangka merasa kesal kepada korban yang meminta melihat isi data dalam telepon genggam milik tersangka.

"Tersangka tidak mengizinkan, tapi korban terus memaksa. Merasa kesal, akhirnya terjadilah penganiayaan," ungkapnya.

4. Tersangka melarikan diri ke Jawa Tengah

Setelah melakukan pembunuhan, tersangka berupaya mengelabui orang dengan cara mengunci pintu rumah dan keluar melalui jendela.

Tersangka kemudian melarikan diri ke Tasikmalaya dengan menggunakan elf. Setelahnya ia menuju Banjarnegara, Jawa Tengah. Di rumah temannya, dia ditangkap oleh Satreskrim Polresta Bandung.

Sejumlah barang milik korban seperti ATM dan perhiasan dibawa kabur tersangka untuk bekal dalam pelarian.

Editor: Fira Nursyabani
dewanpers